SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melanjutkan kegiatan sosialisasi 4 MPR RI pada Minggu 28 Desember 2025 di Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (Staima) Sintang.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Staima, Mashuri dan jajaran civitas akademika serta ratusan mahasiswa dari sejumlah kampung di Kota Sintang,
Di hadapan mahasiswa, Lasarus menekankan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sebagai modal utama dalam menyiapkan masa depan. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam penyesalan yang justru menghabiskan waktu dan energi.
“Jangan sampai membuang waktu hanya untuk berandai-andai. ‘Andaikan ini, andaikan itu’, justru akan menghabiskan waktu. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya,” pesan Lasarus.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menegaskan bahwa kompetensi merupakan kunci utama untuk bertahan dan bersaing di mana pun berada. Menurutnya, kemampuan dan keahlian akan menentukan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Di mana pun berada, kompetensi adalah hal yang sangat penting,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lasarus menjelaskan bahwa Indonesia didirikan dengan mimpi besar para pendiri bangsa. Mimpi tersebut diwariskan kepada generasi penerus agar Indonesia tumbuh menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera.
“Bangsa ini didirikan dengan mimpi besar para pendiri bangsa kita, yang ingin mewariskan kepada kita sebuah negara yang baldatun wa rabbun ghafur, gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Lasarus juga mengisahkan pertemuan Presiden Yugoslavia kala itu, Joseph Tito, dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Tito, kata Lasarus, memilih meninggalkan warisan berupa kekuatan militer yang modern untuk menjaga negaranya. Sementara Bung Karno memilih jalan berbeda dengan menanamkan falsafah dan ideologi bernegara kepada bangsa Indonesia.
“Bung Karno mengatakan, saya akan menanamkan falsafah bernegara bagi Indonesia, yaitu Pancasila. Saya akan menanamkan pilar-pilar bernegara yang hari ini kita kenal sebagai Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Menurut Lasarus, perjalanan waktu membuktikan pilihan tersebut. Yugoslavia yang mengandalkan kekuatan militer akhirnya terpecah menjadi beberapa negara, sementara Indonesia yang berlandaskan ideologi dan nilai persatuan tetap utuh hingga saat ini.
“Konsep Tito bubar, sementara konsep Bung Karno membuat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Pulau Rote, tetap aman dan tenteram,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Lasarus mengajak mahasiswa untuk memiliki cara berpikir yang visioner dalam memandang masa depan Indonesia. Ia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan bangsa ke depan berada di tangan generasi muda.
“Saya datang ke sini agar kita berpikir yang sama tentang Indonesia ke depan. Saya hari ini sudah 55 tahun, para dosen juga suatu hari akan menua. Yang akan meneruskan Indonesia nanti adalah kalian,” ujarnya.
Ia meyakini setiap mahasiswa memiliki cita-cita dan kemampuan berpikir yang dianugerahkan Tuhan untuk merancang masa depan bangsa yang lebih baik.
“Kalian dididik di sini, dan saya yakin pasti punya keinginan serta cita-cita. Gunakan akal dan pikiran itu sebaik-baiknya untuk Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua STAIMA Sintang, Masruri, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sangat penting, khususnya bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dari merekalah nantinya akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan. Karena itu, sejak sekarang mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” kata Masruri.
Masruri juga mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air serta memiliki semangat dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
“Kita harus mencintai Indonesia, tanah air kita. Masa depan bangsa ini akan terus berkibar menjadi bangsa yang besar, maju, dan berkembang. Semua itu ada di tangan mahasiswa hari ini,” ujarnya.
Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Masruri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan sosialisasi. Ia berharap kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan, khususnya bagi mahasiswa STAIMA Sintang.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Mudah-mudahan membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk kita semua,” tutupnya.





