SPI Melawi Perkuat Perjuangan Agraria Lewat Tradisi Nugal, 1.034 Hektare Dilaporkan Terbakar

oleh

MELAWI – Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Melawi memperkuat perjuangan hak atas tanah melalui tradisi nugal atau menanam padi huma dan tanaman hortikultura lokal di lahan perjuangan Basis Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya petani mempertahankan ruang hidup, melestarikan tradisi pertanian lokal, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah konflik agraria yang telah berlangsung sejak 2009.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Wilayah SPI Kalimantan Barat Zulkarnaen Jais, Ketua DPC SPI Melawi Julio Purba Kencana, Ketua Basis Batu Nanta Natalis Adi, Ketua Basis Laman Bukit Yohana Rena, serta pemuda tani dan perempuan tani anggota SPI Melawi.

Perjuangan Petani Diperkuat Melalui Organisasi

Ketua Basis Batu Nanta Natalis Adi bersama Ketua Basis Laman Bukit Yohana Rena menyampaikan bahwa perjuangan memperoleh hak atas tanah membutuhkan ketekunan, kebersamaan, dan pengorganisasian yang kuat.

Menurut mereka, sebelum bergabung dengan SPI sekitar lima tahun lalu, perjuangan dilakukan secara individual. Setelah bergabung dan membentuk basis organisasi, perjuangan menjadi lebih terstruktur, terarah, dan terukur.

Pengorganisasian melalui SPI dinilai memperkuat solidaritas antarpetani sekaligus mendukung perjuangan hak atas tanah dan pengembangan usaha pertanian secara kolektif.

SPI Rencanakan Pusdiklat dan Kampung Reforma Agraria

Ketua DPC SPI Melawi Julio Purba Kencana menjelaskan, kegiatan nugal telah direncanakan sejak sebulan sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengusahakan lahan yang masih berada dalam proses perjuangan hak atas tanah.

Ke depan, SPI Melawi berencana membentuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang mengintegrasikan Basis Batu Nanta dan Basis Laman Bukit. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang pendidikan, pengorganisasian, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan pertanian berbasis kearifan lokal.

SPI Melawi juga merencanakan deklarasi Kampung Reforma Agraria untuk memperkuat perjuangan reforma agraria dan mendorong kemandirian petani.

Nugal Jadi Simbol Tradisi dan Perjuangan Petani

Ketua Wilayah SPI Kalimantan Barat Zulkarnaen Jais menegaskan, tradisi pertanian masyarakat tidak dapat dipisahkan dari perjuangan mempertahankan tanah, kebudayaan, dan keberlanjutan kehidupan petani.

Menurutnya, nugal bukan sekadar kegiatan menanam padi huma dan tanaman hortikultura lokal, tetapi juga merupakan praktik agroekologi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Meskipun neoliberalisme terus berkembang, perlawanan petani harus diperkuat melalui adat istiadat, budaya, dan semangat gotong royong. Dalam tradisi pertanian kita, ada nugal saat menanam padi huma dan tanaman hortikultura lokal, mabau saat membersihkan gulma, serta mehanyi yang dilakukan berhari-hari ketika memanen padi. Inilah tradisi agroekologi yang masih kita pertahankan hingga kini,” ujar Zulkarnaen.

Ia mengatakan, kegiatan penugalan akan dilanjutkan melalui gotong royong di lahan masing-masing anggota. Upaya ini diharapkan dapat menghidupkan kembali lahan perjuangan, memperkuat solidaritas petani, dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Lahan yang diusahakan anggota SPI di Basis Batu Nanta dan Basis Laman Bukit berada di wilayah konflik agraria dengan PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA), Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.

Bagi SPI, kegiatan pertanian di lahan tersebut merupakan bagian dari perjuangan untuk memperoleh kepastian dan keadilan atas hak atas tanah.

Konflik Sejak 2009, Ribuan Hektare Dilaporkan Terbakar

Selain menghadapi persoalan konflik agraria, wilayah Basis Laman Bukit dan Basis Batu Nanta juga dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan yang berkaitan dengan konsesi perkebunan kelapa sawit PT RKA.

Berdasarkan laporan yang disampaikan SPI, kebakaran di Basis Laman Bukit mencakup area sekitar 629 hektare. Kebakaran dilaporkan berasal dari kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit dan merambat ke tanaman milik petani serta lahan yang diusahakan anggota SPI.

Sementara itu, di Basis Batu Nanta, luas lahan yang dilaporkan terbakar mencapai sekitar 405 hektare. Kebakaran disebut terjadi di kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit dan lahan yang sedang diusahakan petani.

Dengan demikian, total luas area yang dilaporkan terbakar di kedua basis tersebut mencapai sekitar 1.034 hektare.

Laporan tersebut menambah urgensi perlindungan lahan pertanian rakyat, pemulihan lingkungan, serta penyelesaian konflik agraria secara adil dan transparan. Data luasan dan penyebab kebakaran tersebut merupakan laporan yang disampaikan SPI.

Mempertahankan Tanah dan Masa Depan Petani

Bagi anggota SPI Melawi, perjuangan hak atas tanah tidak hanya menyangkut penguasaan lahan, tetapi juga keberlanjutan pangan, identitas budaya, dan masa depan generasi petani.

Melalui penguatan organisasi, tradisi nugal, rencana pembentukan Pusdiklat, serta agenda deklarasi Kampung Reforma Agraria, SPI Melawi berupaya membangun kekuatan kolektif petani yang berakar pada tradisi lokal dan semangat gotong royong.

SPI berharap perjuangan yang telah berlangsung sejak 2009 tersebut dapat mendorong penyelesaian konflik agraria yang adil, memberikan kepastian hak atas tanah, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

No More Posts Available.

No more pages to load.