SINTANG – Pengembangan pangan lokal di Kabupaten Sintang diharapkan tidak hanya menghasilkan produk olahan yang menarik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani sebagai pemasok bahan baku.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan, pengembangan pangan lokal perlu dilakukan dengan membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan begitu, produk olahan masyarakat dapat berkembang sekaligus meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian lokal.
Menurut Ronny, apabila program pemanfaatan pangan lokal berjalan baik, pemasaran produk tidak hanya menyasar lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga berpotensi menjangkau hotel-hotel serta pelaku usaha dan investor di Kabupaten Sintang.
Perluasan pasar tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha pengolahan pangan dan petani sebagai penyedia bahan baku.
Ronny mencontohkan, ketika permintaan terhadap makanan berbahan ubi meningkat, masyarakat yang menanam ubi akan memiliki peluang pasar yang lebih jelas. Begitu pula dengan petani jagung, yang diharapkan mendapat manfaat dari meningkatnya kebutuhan bahan baku pangan lokal.
“Harapan kita ke depan, masyarakat punya pilihan. Petani bisa menanam ubi dan ubinya laku, menanam jagung dan jagungnya juga laku,” ujarnya.
Ia menilai, pengembangan pangan lokal perlu didukung promosi dan keterlibatan berbagai pihak agar produk masyarakat semakin dikenal.
Ronny juga mengajak masyarakat yang memiliki kreativitas dalam mengolah pangan lokal untuk mempromosikan produknya melalui media sosial, termasuk dengan menandai akun Instagram Prokopim dan Dinas Ketahanan Pangan.







