SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menghadiri pelantikan pengurus Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Kabupaten Sintang periode 2026–2030 yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026. Dalam pelantikan tersebut, Yohanes Rumpak resmi dilantik sebagai Ketua Lemkari Kabupaten Sintang.
Dalam sambutannya, Florensius Ronny menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh jajaran pengurus Lemkari Sintang yang baru. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang siap memberikan dukungan penuh terhadap program dan cita-cita Lemkari ke depan.
“Kami mengucapkan selamat kepada kepengurusan Lemkari Sintang yang baru, kepada ketua dan seluruh jajaran. Pemerintah daerah tentunya mendukung secara penuh apa yang menjadi cita-cita Lemkari,” ujar Ronny.
Ronny juga mengapresiasi berbagai arahan dan niat baik yang disampaikan oleh pengurus Lemkari, KONI, serta pengurus Lemkari tingkat provinsi. Ia berharap kehadiran Lemkari di Kabupaten Sintang dapat terus membawa dampak positif, khususnya dalam pembinaan generasi muda.
“Mudah-mudahan kehadiran Lemkari di Kabupaten Sintang ini selalu menjadi berkat dan kebaikan bagi generasi muda kita. Kalau prestasi itu bonus, yang terpenting Lemkari hadir membina anak-anak kita agar menjadi generasi yang tangguh dan siap bersaing di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Ronny juga memberikan motivasi dan doa kepada para atlet karate yang mengikuti ujian dan pembinaan pada kegiatan tersebut. Ia berharap para atlet dapat meraih cita-cita dan tumbuh menjadi anak-anak yang berprestasi serta berbakti kepada orang tua.
“Saya mendoakan kepada seluruh anak-anak yang hari ini kita support, semoga cita-cita adik-adik semua terkabul. Jadilah anak-anak yang hebat dan berbakti kepada orang tua,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Ronny turut menyinggung kondisi anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ia menjelaskan bahwa akibat adanya refocusing anggaran daerah sebesar Rp388 miliar, anggaran Porprov juga mengalami pemangkasan lebih dari Rp1 miliar.
“Dana untuk Porprov terkena dampak refocusing anggaran, sehingga tersisa sekitar Rp1,88 miliar,” ungkapnya.
Meski demikian, Ronny berharap pemangkasan anggaran tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh cabang olahraga, termasuk Lemkari, untuk tetap berprestasi pada ajang Porprov mendatang. Ia juga menambahkan bahwa anggaran tersebut belum termasuk bonus atlet.
“Anggaran Porprov Rp1,8 miliar itu belum termasuk bonus. Untuk bonus, mudah-mudahan bisa kita bayarkan pada perubahan anggaran nanti. Ini akan kita upayakan,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus Lemkari Sintang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga karate di Kabupaten Sintang, sekaligus memperkuat pembinaan atlet muda menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.





