KAPUAS HULU – Warga Sebilit, Desa Bakung Pemai, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali melakukan panen ikan tapah di Sungai Nerian pada 17 September 2025 lalu.
Dalam panen tersebut, puluhan ikan tapah berhasil dibawa pulang oleh warga. Adapun total tangkapan ikan tapah tersebut mencapai ratusan kilogram. Banyak diantara ikan tapah tersebut berukuran raksasa.
Kepala Desa Bakung Permai, Mulyadi mengungkapkan bahwa panen ikan tapah di Sungai Nerian dilakukan setiap tahun. Sebelum ikan tapah dipanen, warga lebih dulu bergotong royong memasang pagar di badan sungai.
“Untuk waktu panen, tergantung dengan kondisi air. Kalau air cepat banjir otomatis ikan cepat masuk. Tapi kalau kemarau bisa gagal panen. Kebiasaan masyarakat kami, setahun sekali panen pasti panen ikan tapah,” ungkap Mulyadi ketika dihubungi Hi! Pontianak.
Tahun lalu, kata Maryadi, sempat terjadi gagal panen. Karena air ketika air hendak surut, lalu terjadi pasang besar. Akibatnya ikan banyak yang lepas. Yang bisa dipanen saat itu hanya sekitar 200 kilogram saja.
Mulyadi menyampaikan, saat warga Sebilit panen ikan tapah tahun ini, dirinya tidak bisa hadir karena ada kegiatan dinas. Dan berdasarkan info dari masyarakat, hasil panen ikan tapah berkisar 600 sampai 700 kilogram.
“Hasil panen dibagi warga per Kepala Keluarga (KK). Tapi warga yang dapat bagian cuma Nanga Sebilit. Untuk Dusun Nanga Sirak dan Dusun Betung Raya tidak dapat bagian,” bebernya.
Dikatakannya, panen ikan tapah paling banyak terjadi pada tahun 2022. Total tangkapan ikan tapah saat itu sebanyak 1 ton 200 kilogram.





