SINTANG – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Desa Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, baru-baru ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, warga bahkan menyampaikan keinginan “meminjam” Gubernur Jawa Barat untuk membantu perbaikan infrastruktur. Video lain juga menyinggung kinerja Gubernur Kalimantan Barat yang disampaikan Gen Alpha.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, mengatakan bahwa persoalan keterbatasan anggaran memang menjadi isu krusial dalam pembangunan di Kabupaten Sintang sejak lama.
Menurutnya, luas wilayah Kabupaten Sintang yang sangat besar tidak sebanding dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki.
“Wilayah Sintang hampir setara dengan Jawa Barat, tetapi APBD kita tidak sampai Rp2 triliun. Sementara Jawa Barat memiliki APBD hingga sekitar Rp30 triliun. Jauh sekali kesenjangannya,” ujarnya pada berita-aktual.com, Rabu 1 April 2026.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, terutama jalan di daerah pedalaman yang membutuhkan biaya besar.
Ia menyebut, dengan keterbatasan anggaran saat ini, pembangunan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kita tentu berharap ke depan pembangunan infrastruktur bisa terus ditingkatkan, salah satunya dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.
Jimi juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong dukungan dari pemerintah pusat, termasuk melalui Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, agar pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sintang dapat lebih diprioritaskan.
Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, permasalahan infrastruktur di wilayah Sintang dapat segera teratasi secara bertahap.




