BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sungai Durian, dr Haryono Linoh menjelaskan salah satu progam Puskesmas Sungai Durian adalah PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Tujuannya adalah untuk membuat keluarga sehat.
“Kenapa dipilih keluarga? Karena keluarga itu merupakan bagian terkecil dari masyarakat. Kalau di keluarga sudah sehat, otomatis masyarakat akan sehat pula. Itu tujuan dari PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga),” jelasnya pada berita-aktual.com ketika di temui belum lama ini.
Ia mengatakan, program PIS-PK punya 12 indikator. Program ini berkaitan juga dengan Sanitasi Lokal Berbasis Masyarakat (STBM) dan masalah stunting.
“PIS-PK ini sifatnya pendataan. Awalnya kita pendataan dulu. Kita musti mendata yang namanya indeks keluarga sehat. Indeks keluarga sehat ini dinilai dari 12 indikator,” kata Haryono Linoh.
Dikatakannya, indikator pertama, ikut program Keluarga Berencana (KB). Kedua, melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (Faskes). Ketiga, imunisasi lengkap pada bayi dan balita. Keempat, pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif selama enam bulan. Kelima, pemantauan pertumbuhan dan berat badan sampai usia lima tahun.
“Ini kegiatan Posyandu, jadi ada hubungannya dengan kegiatan di Puskesmas,” jelasnya.
Indikator ke enam, kata Haryono Linoh, penderita TBS. Ini juga sedang dikejar. Karena penderita TBC masih banyak di masyarakat. Dan masih banyak belum dideteksi. Adapun indikator ketujuh adalah hipertensi.
“Jadi indeks keluarga sehat itu penderita hipertensi harus berobat secara teratur. Harus minum obat dengan rutin. Bukan karena mengganggap sudah baik-baik saja, kemudian stop minum obat yang mengakibatkan tekanan daerahnya tidak terkontrol,” jelasnya.
Indikator kedelapan adalah penderita gangguan jiwa. Dalam indikator keluarga sehat, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan. Indikator keluarga sehat poin ke sembilan adalah soal merokok. Sepuluh, jadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS).
Poin sebelas adalah penyediaan sarana air bersih. Poin ini juga masuk dalam pilar STBM yakni pengelolaan air minum dan makanan. Indikator ke dua belas adalah mempunyai sarana jamban sehat. “Hubungnnya juga kembali ke lima pilar STBM. Berhubungan juga dengan stunting,” pungkasnya.





