15 Warga Sintang Mengalami Gangguan Mental Emosional Akibat Banjir

oleh
Kadis Kesehatan Sintang, dr Harysinto Linoh turun langsung ke lokasi banjir untuk memberikan pelayanan kesehatan pada warga.

BERITA-AKTUAL.COM – Banjir yang terjadi di Kabupaten Sintang beberapa hari terakhir tak hanya membuat warga lelah secara fisik. Tapi juga mental. Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat setidaknya ada 15 orang yang mengalami gangguan mental emosional atau GME akibat banjir.

“Selama berkeliling memberikan pelayanan kesehatan di banyak tempat yang terdampak banjir, kami menemukan 15 orang yang mengalami gangguan mental emosional atau GME,” ungkap Harysinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

Kadinkes yang juga koordinator Bidang Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Satgas Bantingsor) Kabupaten Sintang ini mengungkapkan, selama banjir juga pihaknya sudah mengobati 2.166 warga yang terdampak banjir.

“Hingga hari ini, kami sudah memberikan pelayanan terhadap warga yang terdampak banjir sebanyak 264 ibu hamil, 374 bayi, 1. 846 anak-anak dan 1. 789 lansia,” beber birokrat yang pernah menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang ini.

Sedangkan untuk para pengungsi, kata Harysinto Linoh, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melayani 99 ibu hamil, 136 bayi, 712 anak-anak dan 736 lansia.

“Ada juga pengungsi yang sampai dirujuk ke RSUD AM Djoen Sintang. Jumlahnya sebanyak ada 4 orang. Selama banjir ini, kami juga mendapatkan tambahan tenaga dari 9 orang relawan,” kata Harysinto Linoh.

Sebelumnya, banjir merendam 11 dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sintang. Saat ini tersisa 7 kecamatan saja yang terdampak banjir. Sementara itu, desa dan kelurahan yang masih terdampak banjir sebanyak 62.

No More Posts Available.

No more pages to load.