BERITA-AKTUAL.COM – Di wilayah Puskesmas Tanjung Puri, ada dua desa bebas Open Defacation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan dan sudah terverifikasi, namun belum melakukan deklerasi. Desa tersebut adalah Desa Jerora dan Desa Mail Jampong, Kecamatan Sintang. Demikian disampaikan Kepala Puskesmas Tanjung Puri, dr Andar Jimmy Pintabar.
“Dua daerah ini sudah terverifikasi bahwa mereka desa ODF, tapi kita belum deklerasi. Deklerasi desa ODF ini sifatnya seperti resepsi lah, itu tergantung kemampuan dari desa,” jelas Andar.
Kedepan, kata Andar, Puskesmas Tanjung Puri akan mengejar desa tambahan yang bebas ODF. saat ini, ada desa atau kelurahan yang sedang dibina untuk verifikasi ODF yaitu Kelurahan Tanjung Puri dan Kelurahan Ladang.
“Itu lagi kita kejar untuk verifikasi ODF-nya. Cuma memang agak sedikit susah untuk menjadi ODF ya, khususnya untuk desa atau kelurahan yang berada di tepian sungai. Dibanding dengan desa-desa di daratan, desa di tepian sungai agak susah karena mereka sudah terpola, kebisaan mereka memang sebagian besar aktivitasnya di sungai termasuknya juga BAB yang menjadi salah satu syarat ODF,” katanya.
Tahun ini, kata Andar, ada beberapa desa yang dikita kejar untuk verifikasi dulu. Setelah verifikasi dari Dinas Kesehatan Sintang, untuk masalah deklerasinya kita kembalikan ke desa.
“Untuk kelurahan mungkin lebih susah karena dana kan terbatas. Dana mereka tidak sebesar dana desa. Jadi untuk deklerasi agak terkenda dana,” ujarnya.
Untuk mewujudkan desa ODF, kata Andar, memang diperlukan peran pemerintah desa. Salah satunya pemerintahan desa harus membantu masyarakat dengan menyisihkan dana ADD untuk cetak closet.
“Memang program ODF ini kan sudah lama. Sejak tahun 2017 sudah mulai digalakkan, namun sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Sekarang mulai kita coba galakkan kembali. Kita coba kegiatan-kegiatan yang selama ini terhambat atau berhenti karena covid, kita mulai lagi,” ujarnya.
Yang jelas, semua desa dan kelurahan di wiilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri akan dibina agar bebas ODF kedepannya. “Cuma yang baru terverifikasi baru dua desa. Yang paling sulit memang desa atau kelurahan yang berada di tepian sungai,” pungkasnya.






