Penjelasan Haryono Linoh soal STBM di Puskesmas Sungai Durian

oleh
dr Haryono Linoh, Kepala Puskesmas Sungai Durian.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sungai Durian, dr Haryono Linoh mengungkapkan bahwa program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ada lima pilar penting. Pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defacation Free (ODF). Kedua cuci tangan menggunakan sabun. Ketiga pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman. Keempat, pengamanan sampah rumah tangga dengan benar. Kelima pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Jadi yang kerap dideklerasikan belakangan ini umumnya baru satu pilar STBM tersebut yaitu Open Defacation Free atau ODF atau stop buang air besar sembarangan. Ini baru satu pilar jak, padahal ada lima pilar STBM yang harus kita deklerasikan,” ujarnya ketika ditemui berita-aktual.com di Puskesmas Sungai Durian, beberapa waktu lalu.

Umumnya, kata Haryono Linoh, kalau kita lihat di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian, yang bisa dikejar untuk dideklerasikan adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun serta pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga.

“Pengamanan sampah rumah tangga juga sudah baik. Yang agak susah mungkin pengelolaan limbah cair rumah tangga. Jadi cucian-cucian rumah tangga selama ini kan di buang ke selokan. Harusnya kan masuk ke septic tank dulu. Setelah itu baru dibuang keluar, kan lebih terkontrol,” jelasnya.

Haryono menjelaskan, tujuan STBM adalah untuk mencegah penyakit-penyakit berbasis lingkungan. Misalnya diare, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan lainnya.

“Jadi di Puskesmas Sungai Durian, ada program yang namanya Pisteka (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Program ini punya 12 belas indikator. Nah indikator ini berhubungan dengan pilar STBM juga, serta masalah stunting,” jelasnya.
 

No More Posts Available.

No more pages to load.