SINTANG – Sebanyak 5 pelamar memutuskan mengundurkan diri sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sintang untuk formasi tahun 2024. Dari 5 orang tersebut, 4 diantaranya merupakan dokter.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengaku belum mengetahui daerah penempatan para dokter tersebut hingga mereka memutuskan mengundurkan diri.
“Saya juga belum tahu lokasi penempatan mereka, mungkin juga di RSUD Serawai. Soal ini, nanti saya akan bertemu dengan teman-teman di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” kata Edy pada berita-aktual.com usai menghadiri kegiatan pengantar tugas dan penyerahan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu.
Edy mengatakan, pada tahun 2024 lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang memang mengusulkan formasi dokter cukup banyak untuk mengisi fasilitas kesehatan di Bumi Senentang. Jumlahnya sekitar 19 formasi.
“Setiap tahun, kami memang selalu mengusulkan formasi dokter untuk puskesmas. Setiap ada pembukaan CPNS, penerimaan dokter selalu kami dorong, dokter gigi, psikolog maupun tenaga kesehatan lainnnya,” katanya.
Mengenai dokter yang mengundurkan diri meski sudah diterima, Edy menyebut hal itu dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya aksesibilitas atau jarak tempat tugas yang jauh.
“Kemudian berpengaruh juga soal fasilitas. Apakah di tempat tugas punya rumah dinas atau sarana pendukung lainnya. Fasilitas ini tentu jadi pertimbangan,” katanya.
Selanjutnya, mungkin saja mereka punya peluang lain. Bisa jadi peluang itu membuat mereka tidak mengambil pekerjaan di luar Kota Sintang. “Jadi mereka menilai cukup di Sintang saja. Saya kita pasti ada pemikiran-pemikiran seperti itu,” katanya.
Kedepan, kata Edy, pihaknya akan mencari formulasi agar formasi dokter di Kabupaten Sintang lebih menarik minat pelamar. Salah satunya peningkatan insentif. “Kalau masalah insentif, tentu berkaitan pendanaan,” pungkasnya.






