BERITA-AKTUAL.COM – Jumlah jiwa terdampak banjir di Kabupaten Sintang terus bertambah. Hingga Sabtu 15 Oktober 2022, warga terdampak banjir di 11 kecamatan sebanyak 54.901 jiwa.
Data ini tertuang dalam rilis harian Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor (Bantingsor) Kabupaten Sintang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Kurniawan menjelaskan bahwa untuk bisa menangani warga terdampak banjir kali ini Pemkab Sintang telah membangun 1 posko jaga. Selain itu ada juga 2 posko jaga yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya.
“Untuk dapur umum ada dua yang sudah beroperasi yakni yang dikelola oleh Pemkab Sintang dan Kodim 1205 Sintang. Lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan yakni ada di 9 lokasi,” terang Kurniawan.
Berikut ini perbandingan data dampak banjir Kabupaten Sintang antara Jumat, 14 Oktober 2022 dibandingkan dengan Sabtu, 15 Oktober 2022:
Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan, jumlah KK dari 14. 181 KK naik menjadi 15. 656 KK, jumlah jiwa dari 49. 729 jiwa naik menjadi 55. 901 jiwa, jumlah desa tetap 115 desa kelurahan, jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 307 KK atau 1. 062 jiwa turun menjadi 280 KK atau 1. 015 jiwa.
Untuk fasilitas pendidikan terdampak banjir tetap sama 67 unit, tempat ibadah naik dari 37 unit menjadi 47 unit, perkantoran pemeringahan ada 7 unit, fasilitas kesehatan 10 unit Pustu, jalan tetap 112 ruas baik jalan kabupaten, nasional dan provinsi.
Sedangkan jumlah jembatan terdampak mengalami peningkatan dari 113 unit naik menjadi 127 unit, jumlah rumah warga masih sama yakni 12. 733 unit.
Berikut ini 11 kecamatan terdampak banjir: Kecamatan Sintang, Kecamatan Serawai, Kecamatan Dedai, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Sepauk, Kecamatan Ketungau Hilir, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Ketungau Tengah dan Kecamatan Kayan Hulu.
Hanya 3 kecamatan yang tidak terdampak banjir. Yakni Kecamatan Ketungau Hulu, Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Sungai Tebelian.





