BERITA-AKTUAL.COM – Banyak kegiatan dilakukan Bupati Sintang Jarot Winarno dan Wakil Bupati Sintang Melkianus dalam melayani masyarakat terdampak banjir, Sabtu 15 Oktober 2022. Salah satunya dengan mengujungi pengungsi banjir di SDN 1 Sintang.
Dikesempatan itu, Bupati memberikan motivasi kepada para pengungsi dan mendengar keluhan mereka. Pada kunjungan tersebut Bupati Sintang didampingi Camat Sintang Tatang Supriyatna dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang Bernhad Saragih.
Usai menyambangi pengungsi di SDN 01 Sintang, Bupati Sintang juga mengunjungi Ruang Command Center Kantor Bupati Sintang yang dijadikan homebase Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, TNI, Polri, BNPB dan BMKG menghimpun dan mengolah data banjir Kabupaten Sintang.
Sebelumnya pada Sabtu pagi, Bupati menerima bantuan 700 paket sembako dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan paket sembako berisi beras, minyak goreng kemasan, gula pasir, kopi bubuk, dan mie instan.
Bantuan itu diserahkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Frans Zeno dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Abussamah di halaman Pendopo Bupati Sintang.
Sementara Wakil Bupati Sintang Melkianus juga mengunjungi para relawan dan petugas yang sedang memasak di Dapur Umum Dinas Sosial di Jalan MT Haryono. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan dukungan moral kepada para relawan dan petugas Dinas Sosial Kabupaten Sintang.
Wabup juga menyempatkan diri bertemu dengan kader Golkar Sintang yang memberikan bantuan untuk korban banjir. Terakhir mendampingi kunjungan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama Kementerian PUPR meninjau waterfront di Sungai Durian dan geobag.
Sementara itu, berdasarkan data Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor (Bantingsor) Kabupaten Sintang, banjir merendam 11 kecamatan, 116 desa/kelurahan.
Adapun jumlah jiwa terdampak banjir bertambah menjadi 15.656 kepala keluarga dan 55.901 jiwa. Warga yang mengungsi 280 KK atau 1.015 jiwa.





