BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Edy Harmaini mengungkapkan beberapa permasalahan persampahan di Bumi Senentang. Selain masalah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berkurang karena Pemda tidak memiliki tanah serta pertimbangan lokasi yang berada di jalan protokol. Selain itu tingkat kepatuhan masyarakat membuang sampah sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan masih sangat rendah.
“Contohnya, ketika kami sudah mengangkut sampah pukul 06.00 WIB. Pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB, masyarakat masih membuang sampah ke TPS. Jadinya sampah menumpuk. Kan tidak mungkin kami bolak-balik mengangkut sampah di lokasi yang sama lagi,” kata Edy.
“Itu jak masalahnya, karena masyarakat kita ndak patuh. Sementara itu ketika petugas kita menjaga TPS kurang lebih seminggu agar masyarakat patuh dengan jam membuang sampah, setelah tidak dijaga, beberapa hari kemudian masyarakat membuang sampah tidak sesuai jamnya lagi. Ini jak masalah di kita ini,” katanya lagi.
Padahal, kata mantan Kabag Kesra Setda Sintang ini, jika masyarakat kompak dan sepakat tidak membuang sampah diluar jam yang telah ditetapkan. Maka penanganan sampah diyakininya akan lebih baik.
“Untuk sosialisasi soal jam buang sampah, kami sudah roadshow, sudah keliling ke beberapa kelurahan maupun RT. Kami juga sosialisasi soal TPS 3R, karang taruna untuk LPM dan sebagainya. Tapi tetap masih jalan di tempat soal masalah jam buang sampah ini, masyarakat tetap belum patuh,” jelasnya.
Meski demikian, Edy mengaku masih sabar. Ia juga masih menaruh harapan bahwa beberapa tahun kedepan akan lebih baik soal kesadaran membuang sampah sesuai waktu yang sudah ditentukan.
“Karena yang namanya mengubah budaya atau kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kecuali ada penegasan dengan aturan atau sanski hukum. Nah itu mungkin bisa memaksa untuk patuh. Tapi kalau kita mau keras di Sintang, tentu ndak mudah kan. Harapan saya kedepan bisa diubah perilakunya,” harap Edy.







