SINTANG – Desa Topan Nanga Kecamatan Kayan Hulu memiliki potensi air terjun yang sangat indah untuk pariwisata. Wisata tersebut adalah air terjun Gurung Jempayang.
“Karena pemandangan air terjun Gurung Jempayang sangat indah, banyak sekali warga yang berkunjung. Air terjunnya bagus sekali,” ungkap Kepala Desa Topan Nanga, Diranto ketika ditemui berita-aktual.com, belum lama ini.
Hingga saat ini, air terjun Gurung Jempayang masih dihadapkan pada sulitnya akses jalan. Padahal lokasinya tidak begitu jauh dari pusat desa, bahkan bisa diakses dengan berjalan kaki tidak sampai 1 jam.
“Hanya sekitar 30 menit saja dari desa, kita sudah bisa menikmati pemandangan air terjun Gurung Jempayang yang sangat indah. Selama ini banyak yang sudah berkunjung. Dari luar desa pun banyak yang datang ke air terjun itu,” katanya.
Dikatakan Diranto, pihak desa memang berencana mengelola air terjung Gurung Jempayang menjadi tempat wisata yang proper. Namun masih terkendala anggaran.
“Memang ada rencana mengelola kalau anggaran kami mampu. Tapi harus berbagi untuk kegiatan lain. Mengingat untuk pembangunan fisik saja, anggaran yang ada hanya sekitar Rp 200 juta lebih per tahun. Jadi belum ada anggaran untuk mengelola wisata,” katanya.
“Saat ini, air terjun ini sebagian kami manfaatkan untuk air bersih. Itupun ndak mampu mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga desa. Tahun 2023 lalu kami dapat bantuan dari kabupaten, tapi air bersih ini hanya mampu mengaliri 1 dusun saja. Sementara di Desa Topan Nanga ada 3 dusun,” bebernya.





