SINTANG – Aksesibilitas dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, dalam keterangannya baru-baru ini.
Menurut Edy, masih banyak sekolah yang lokasinya jauh dari fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. “Banyak sekolah jauh dari faskes, jauh dari sinyal, dan jauh dari sumber listrik. Jadi, teman-teman Puskesmas harus jemput bola datang langsung ke sekolah untuk melaksanakan CKG,” jelasnya.
Kondisi geografis Kabupaten Sintang yang luas dan medan yang sulit juga menjadi hambatan tersendiri. “Penyebaran penduduknya tinggi, sementara sarana jalan dan jembatan ke daerah terpencil masih terbatas. Ini sangat memengaruhi mobilitas tim kesehatan,” ujarnya.
Edy menambahkan, minimnya kendaraan operasional di Puskesmas juga menjadi persoalan. “Tidak semua Puskesmas punya kendaraan yang laik jalan. Apalagi di musim hujan seperti sekarang, medan menjadi lebih berat,” bebernya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Dinas Kesehatan tetap berupaya agar program CKG berjalan di seluruh kecamatan. “Kami berterima kasih kepada semua tenaga kesehatan di lapangan yang tetap bersemangat. Ini bukti komitmen kami agar anak-anak di seluruh Sintang bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sama,” katanya.
Meski banyak kendala, capaian pelaksanaan program CKG di Kabupaten Sintang dalam beberapa bulan terakhir cukup tinggi. Berdasarkan data hingga awal Oktober 2025, jumlah sekolah yang terdata sebanyak 697 sekolah, dan dari jumlah tersebut, 271 sekolah sudah melaksanakan kegiatan CKG. Hingga 1 Oktober 2025, tercatat 27.395 siswa di Kabupaten Sintang telah mendaftar program CKG, dan dari jumlah tersebut 17.831 siswa sudah menjalani pemeriksaan kesehatan.






