MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Kadisperindagnaker) Kabupaten Mempawah, Johana Sari Margiani mengakui, memang terdapat beberapa harga komoditi mengalami kenaikan pada awal Desember 2023 ini atau menjelang beberapa pecan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun demikian, Johana memastikan kenaikan tersebut masih wajar dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat sebagai konsumen. Sebab dinilainya kenaikan harga tersebut masih dibatas kewajaran.
“Memang terdapat beberpa komoditi yang naik, seperti daging ayam potong dari Rp 38 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Telur ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp 29 ribu per kg. tapi itu masih dibatas normal,” ujarnya, Senin (4/12).
Walaupun demikikan, pihaknya kata dia tetap akan mengambil langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya gejolak di masyarakat terkait kenaikan harga tersebut. Terlebih menjelang perayaan Nataru.
“Jadi kita akan tetap mengambil langkah antisipasi, seperti dengan menggelar sidak pasar dan lain sebagainya. intinya kita harapkan menjelang Nataru kebutuhan pokok masyarakat stabil dan kletersediaannya mencukupi untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Sebukit Rama Mempawah mulai berangsur naik mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kenaikan tersebut diketahui dari pantauan petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Mempawah di Pasar Sebukit Rama Mempawah, pada Selasa (28/11).
Seperti minyak goreng Kita, dari harga Rp 14.000 menjadi 17.000 per liter. Gula pasir curah yang semula dijual Rp 17.000 naik menjadi Rp 18.000 per kg. Serta, telur ayam Rp 28.000 naik menjadi 29.000 per kg.
Kenaikan harga ini juga terjadi pada daging ayam broiler, semula Rp 38.000 per kg, naik menjadi Rp 40.000 per kg. Ikan gembung naik Rp 5000 dari harga Rp 45.000 menjadi Rp 50.000 per kg. (dil)







