SINTANG – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung, mengakui bahwa pemerintah daerah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani di wilayahnya. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan mengapa bantuan alsintan tidak bisa disalurkan secara merata.
Menurut Martin, saat ini terdapat 2.462 kelompok tani yang telah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simlutan). Dengan jumlah sebanyak itu, pemerintah daerah tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan satu per satu kepada seluruh kelompok.
“Cukup banyak kelompok tani yang sudah terdaftar, dan itu tidak mungkin kita bantu semuanya sekaligus. Solusinya adalah saling bekerja sama antar kelompok, misalnya dengan sistem pinjam pakai, sewa, atau melalui kesepakatan bersama,” jelas Martin Nandung.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang berencana membentuk brigade alsintan di setiap kecamatan. Program ini bertujuan agar penggunaan alsintan bisa dilakukan secara bergantian dan lebih efisien antar kelompok tani maupun desa.
“Bahkan di dinas sendiri, kami juga merencanakan pembentukan brigade alsintan untuk membantu kelompok tani yang sangat memerlukan dukungan alat pertanian,” tambahnya.
Martin berharap ke depan akan semakin banyak dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dalam penyediaan alsintan.
“Pengolahan lahan memerlukan banyak alat. Karena itu, kami minta kelompok tani membuat proposal kebutuhan alsintan agar bisa kami bantu teruskan ke Kementerian Pertanian maupun pihak terkait lainnya,” pungkasnya.







