APBD Terbatas, Bupati: Tak Masalah Tak Kebagian Bau Durian, Asal Buahnya Jatuh di Sintang

oleh
Bupati Sintanh, Gregorius Herkulanus Bala mengikuti seremonial penyambutan adat ketika menghadiri PGD Sintang.

SINTANG – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengungkapkan kondisi fiskal Kabupaten Sintang yang saat ini mengalami tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, ia berharap alokasi dana dari pemerintah pusat dapat lebih banyak mengalir ke Kabupaten Sintang.

Hal tersebut disampaikan Bala saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) XIII Kabupaten Sintang di Rumah Betang Tampun Juah, Rabu (29/7/2026).

Bala mengatakan, selama lebih dari satu tahun memimpin Kabupaten Sintang, ia merasakan langsung beratnya kondisi keuangan daerah. Meski demikian, ia mengaku tidak kehilangan akal untuk mencari peluang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Saya selama ini menjadi Bupati Sintang sudah setahun lebih. Kita tahu semua fiskal APBD daerah sangat-sangat terpukul. Tetapi bagaimanapun juga, walau badan kecil, walau tidak bertato, saya tidak habis akal. Saya selalu berkomunikasi dengan kawan-kawan di DPR RI, terutama Pak Lasarus,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bala menggunakan analogi buah durian untuk menggambarkan harapannya terhadap alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau anggaran ini saya analogikan buah durian, saya tidak akan menjuluknya, saya juga tidak akan membelahnya. Saya bersedia tidak mencium harum baunya, tetapi saya hanya mohon bagaimana durian itu jatuh di Kabupaten Sintang. Itu yang saya sampaikan kepada beliau,” katanya.

Menurut Bala, yang terpenting bukan siapa yang menikmati prosesnya, melainkan bagaimana dana dari pemerintah pusat bisa masuk dan dimanfaatkan untuk pembangunan di Kabupaten Sintang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan pemerintah pusat agar setiap peluang pendanaan dapat diperoleh.

“Jadi syarat-syarat bagaimana agar duit pusat sampai ke sini, itu juga yang saya sampaikan kepada OPD. Apa yang harus dilengkapi, itulah yang harus kita lengkapi. Anggaran ini tidak bisa pakai asal-asalan. Kita harus memenuhi semua syarat. Kalau ingin menang, kadang kita harus mengalah,” ujarnya.

Bala menilai, keberhasilan memperoleh anggaran pusat tidak hanya bergantung pada kebutuhan daerah, tetapi juga pada kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi berbagai ketentuan yang telah ditetapkan.

Ia pun kembali mengibaratkan persaingan memperoleh anggaran pusat seperti memperebutkan buah durian dari pohon milik orang lain.

“Kalau kita mau makan lebih kenyang daripada yang punya pohon, tentu buah itu tidak akan jatuh ke Sintang. Karena itu yang saya lakukan adalah membangun komunikasi dan memenuhi semua persyaratan. Mungkin tidak semua memahami maksud saya, tetapi teman-teman politisi pasti paham apa yang saya maksud,” pungkasnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.