KAPUAS HULU – Kepala Desa Ariung Mendalam, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Stefanus Rambonong menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan kembali Jembatan Gantung Ariung Mendalam yang sempat roboh. Ia bersyukur jembatan tersebut dapat dibangun kembali dalam waktu relatif singkat sehingga kembali dimanfaatkan masyarakat.
Ucapan itu disampaikan Stefanus saat menerima kunjungan reses Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Desa Ariung Mendalam, Senin (27/7/2026).
“Kami sebagai masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada instansi terkait, terutama kepada Bupati, BPJN, dan secara khusus kepada Ketua Komisi V DPR RI Pak Lasarus. Singkatnya, jembatan roboh langsung dibangun kembali pada tahun itu juga. Untuk itu kami ucapkan terima kasih,” ujar Stefanus.
Dalam kunjungan tersebut, Lasarus didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Chandra, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kapuas Hulu Yanto, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu.
Rombongan meninjau langsung Jembatan Gantung Ariung Mendalam yang telah selesai dibangun, sekaligus mengunjungi Rumah Betang Semangkok.
Stefanus mengatakan, keberadaan jembatan tersebut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Desa Ariung Mendalam. Menurutnya, pembangunan kembali jembatan membawa dampak besar terhadap kelancaran mobilitas warga, terutama bagi pelajar, guru, dan masyarakat yang setiap hari melintasi sungai.
“Awalnya Pak Ketua Komisi V berkunjung ke Rumah Betang. Secara kebetulan setelah itu jembatan ini roboh, kemudian dibangun ulang. Kami sangat bersyukur karena dengan adanya jembatan seperti ini, transportasi masyarakat, baik anak sekolah maupun guru, menjadi lebih mudah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengingat kembali momen saat dirinya mengunjungi Rumah Betang Ariung Mendalam sebelum jembatan lama ambruk.
“Sekarang kita berada di Jembatan Gantung Ariung Mendalam. Dulu saya pernah mengunjungi Rumah Betang di sini. Dua hari kemudian jembatan ini roboh. Lalu kita anggarkan dan dibangun kembali, selesai pada tahun 2024. Manfaatnya tentu sudah pasti dirasakan masyarakat,” ujar Lasarus.
Ia mengungkapkan, berdasarkan cerita masyarakat, jembatan roboh sekitar pukul 07.00 pagi setelah para siswa dan guru selesai melintas menuju sekolah, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Saya dengar ceritanya, jembatan roboh sekitar jam tujuh pagi. Anak sekolah dan guru sudah lewat, jadi tidak ada korban. Berkat Tuhan luar biasa. Saya dan Pak Bupati juga baru dua hari sebelumnya melintas ke sini untuk meninjau karena niat kami ingin memperbaiki Rumah Betang. Mungkin Tuhan menyelamatkan kita semua,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Lasarus juga mengecek kondisi fisik jembatan dan memastikan bangunan masih dalam keadaan baik.
“Kondisi jembatan ini bagus. Bangunannya oke, secara struktur tidak ada retak. Ini sudah memasuki 2026 menuju 2027, tetapi kondisinya masih sangat baik,” katanya.
Menurut Lasarus, kualitas pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari pengalaman kontraktor yang memang memiliki spesialisasi dalam pembangunan jembatan gantung.
“Yang membangun ini memang spesialis jembatan gantung. Mereka belajar dari pembangunan satu jembatan ke jembatan lainnya. Dari seluruh jembatan gantung yang pernah saya kunjungi, ini termasuk yang paling rapi. Mudah-mudahan nanti Jembatan Gantung Tanjung Karang juga tidak kalah bagus mutunya,” pungkasnya.





