SINTANG – Camat Serawai, Nopeka mengungkapkan bahwa sebagian besar desa di Kecamatan Serawai belum memiliki akses jalan darat.
“Total ada 38 desa di Kecamatan Serawai, yang sudah tembus jalan darat hanya beberapa desa saja,” ungkap Nopeka ketika menghadiri pelantikan Kades Tekungai di Balai Praja, Rabu 16 Oktober 2024, kemarin.
Nopeka menyebut, desa-dasa yang sudah tembus akses jalan darat diantaranya: Desa Serawai, Kuala Kota, Mekar Sari, Tanjung Raya, Begori, Gurung Sengiang, Bedaha, Tontang, Pagar Lebata dan Tanjung Harapan.
“Jadi masih cukup banyak desa di Kecamatan Serawai yang belum tembus lewat jalan darat,” katanya lagi.
Dampak belum tembusnya jalan darat, kata Nopeka, tentu saja membuat biaya transportasi cukup tinggi karena harus melalui jalur sungai. Dampak lainnya adalah harga kebutuhan pokok pasti lebih mahal.
“Contohnya gas melon sempat tembus Rp 50 ribu per tabung saat terjadi kelangkaan beberapa waktu lalu. Untuk harga saat ini sekitar Rp 40-an per tabung,” bebernya.
Dikatakannya, untuk desa terjauh di Kecamatan Serawai adalah Rantau Malam. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam menggunakan speedboat saat air pasang.
“Kalau menggunakan transportasi jenis klotok, bisa sampai 4 jam. Itupun kalau keadaan kosong. Apabila membawa muatan akan lebih lama jarak tempuhnya,” kata Nopeka.
Untuk Desa Rantau malam ini, dulunya sempat punya akses jalan darat. Namun seiring waktu tak bisa digunakan lagi. Mengingat banyak desa belum tembus akses darat, Nopeka berharap kedepan jadi perhatian pemerintah.





