BKSDA Kalbar dan WWF Gelar Diskusi Pengembangan Wisata dan Kajian Hidrologi Gambut di TWA Baning Sintang

oleh
Diskusi Pengembangan Wisata dan Kajian Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning.

SINTANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan WWF Indonesia menggelar Diskusi Pengembangan Wisata dan Kajian Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning, Senin, 5 Januari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Edukasi Sanctuary Enggang TWA Baning, Kabupaten Sintang. Turut hadir Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala.

Diskusi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, hingga kelompok masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun ide dan masukan terkait upaya perbaikan ekosistem gambut serta pengembangan potensi wisata di kawasan TWA Baning.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Demeria Pane, mengatakan bahwa diskusi tersebut menjadi wadah penting untuk menggali berbagai pandangan dan gagasan dari para mitra dan stakeholder.

“Hari ini kita berdiskusi dengan mitra-mitra, stakeholder dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, serta kelompok masyarakat untuk menggali ide-ide maupun masukan terkait bagaimana kita bisa memperbaiki ekosistem gambut yang ada di TWA Baning ini,” ujar Murlan.

Selain fokus pada pemulihan ekosistem gambut, diskusi juga membahas pengembangan wisata alam di TWA Baning. Menurut Murlan, status TWA Baning sama seperti Taman Wisata Alam Gunung Kelam yang saat ini mulai berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sintang.

“TWA Baning ini statusnya sama dengan Kelam sebagai taman wisata alam. Kita melihat Kelam sekarang wisatanya sudah mulai maju, dan kita harapkan TWA Baning juga dapat memberikan perannya sebagai taman wisata alam, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif wisata di Kota Sintang,” jelasnya.

Ia berharap melalui diskusi tersebut dapat diperoleh masukan yang konstruktif dan berkelanjutan, baik untuk upaya konservasi ekosistem gambut maupun pengembangan pariwisata berbasis alam di TWA Baning.

“Mudah-mudahan dari diskusi hari ini kita mendapatkan masukan yang lebih konstruktif untuk pengembangan TWA Baning ke depan, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan di Kota Sintang,” pungkas Murlan.

No More Posts Available.

No more pages to load.