SINTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang terus mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Terbaru, Destana terbentuk di Desa Merti Jaya dan Desa Pekulai Bersatu, Kecamatan Tempunak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan pihaknya telah mengunjungi sekitar 30 desa yang memiliki potensi rawan banjir untuk mendorong pembentukan Destana.
“Dari jumlah itu, sekitar 20 desa sudah terbentuk Destana. Desa-desa yang dibentuk memang berada di wilayah yang memiliki potensi banjir,” ujar Benyamin kepada berita-aktual.com, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pembentukan Destana dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mengacu pada pedoman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Melalui program tersebut, masyarakat desa didorong agar lebih siap menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
Menurut Benyamin, keberadaan Destana diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi bencana. Dengan adanya struktur dan relawan di tingkat desa, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terorganisir.
“Tujuannya supaya kalau terjadi bencana masyarakat tidak panik seperti yang pernah terjadi pada banjir besar tahun 2021 lalu. Kalau desa dan kelurahan sudah banyak yang terbentuk Destana, koordinasi penanganannya juga akan lebih mudah,” jelasnya.
Ia menambahkan, program Destana bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, menyusun rencana tanggap darurat di tingkat desa, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan evakuasi dan penanganan awal saat terjadi bencana.
Melalui pembentukan Destana, diharapkan desa-desa di Kabupaten Sintang menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana dan mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.





