BPBD Sintang Bentuk Desa Tangguh Bencana, Akui Belum Jangkau Seluruh Wilayah

oleh
Kepala BPBD Sintang, Kusnidar.

SINTANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah desa sebagai upaya menghadapi potensi bencana, khususnya banjir. Namun, ia mengakui program tersebut belum mampu menjangkau seluruh desa di wilayah Kabupaten Sintang.

“Untuk penanganan bencana seperti banjir, kita sudah membentuk destana di beberapa desa. Hanya saja, kita belum mampu menjangkau semua desa yang ada di Kabupaten Sintang,” ujar Kusnidar.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi di Kabupaten Sintang tahun 2026 yang digelar pada Selasa, 14 April 2026 di Pendopo Bupati Sintang. Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan yang juga Pelaksana Tugas Asisten III Bidang Administrasi Umum, Helmi.

Dalam pemaparannya, Kusnidar mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, bencana banjir sempat melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sintang, yakni Kecamatan Sepauk, Tempunak, dan Ketungau Hulu. “Total ada 18 desa yang terdampak saat itu,” jelasnya.

Selain banjir, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian serius. Kusnidar menyebutkan, kasus karhutla terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sintang dan Sungai Tebelian, yang berdampak pada empat desa.

Ia juga mengungkapkan bahwa BPBD Sintang telah mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) terkait karhutla di Jakarta pada 7 April 2026 yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam rakor tersebut, disampaikan bahwa puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, yang berpotensi menyebabkan musim kemarau ekstrem berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita berharap ada mukjizat sehingga kondisi bisa berubah dan tidak separah yang diramalkan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Sintang juga akan mengikuti rapat lanjutan melalui zoom bersama Polres Sintang pada hari yang sama.

Kusnidar menambahkan, selama ini sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana telah berjalan dengan baik. Ia berharap ke depan kerja sama tersebut dapat semakin ditingkatkan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Sintang.

No More Posts Available.

No more pages to load.