BTS Bhakti Mati Total, Desa Suak Medang andalkan Starlink

oleh

SINTANG – Tak hanya nihil listrik negara, Desa Suak Medang, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang juga tidak memiliki jaringan seluler.

Desa ini berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Dari Senaning, ibukota Kecamatan Ketungau Hulu, Desa Suak Medang bisa ditempuh dengan sepeda motor. Waktu tempuh lebih dari satu jam.

Sementara itu, untuk membantu masyarakat mengakses jaringan seluler, pemerintah melalui Kominfo RI sudah membangun tower Base Transceiver Station (BTS) Bakti di Desa Suak Medang. Namun sayang, tower BTS tersebut sudah tidak berfungsi lagi.

“Sudah dua bulan ini tower BTS mati total. Jadi kalau warga di sana ingin mencari sinyal, terpaksa membeli voucer internet milik warga yang punya Starlink,” kata Kades Suak Medang, Dedi Sumitro ketika ditemui berita-aktual.com di Sintang, belum lama ini.

Kondisi ini tentu saja membuat masyarakat kesusahan. Apalagi guru juga banyak laporan secara online. Begitu juga profesi lain.

“Mau tidak mau kita numpang di Starlink agar dapat sinyal. Harus keluar uang dari kocek sendiri. Per tiga jam bayar Rp 20 ribu,” bebernya.

Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan warga seperti sembako, Desa Suak Medang membeli ke Desa Empura. “Ini desa tetangga,” katanya.

Karena berada di perbatasan, semua barang kebutuhan masyarakat sangat mahal. Contohnya elpiji 3 kilogram, tembus Rp 55 ribu per tabung.

“Stok elpiji saat ini tersedia. Bagi kami, yang penting barangnya ada,” ujar Dedi.

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.