BUMDes Desa Nanga Tonggoi Berencana Bikin Usaha Peternakan

oleh

SINTANG – Kepala Desa (Kades) Nanga Tonggoi Kecamatan Kayan Hulu, Lewi mengatakan bahwa hingga saat ini desanya belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Rencananya BUMDes akan dibentuk setelah Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan oleh pemerintah pusat.

“BUMDes Desa Nanga Tonggoi belum dibentuk. Tapi kami sudah punya rencana untuk membentuk BUMDes. Setelah kita bentuk Koperasi Merah Putih, kita bentuk BUMDes,” kata Lewi ketika ditemui berita-aktual.com di Sintang, belum lama ini.

Lewi mengatakan, rencana awal usaha BUMDes adalah kegiatan pertanian. Usaha itu dipilih karena dirinya melihat hal itu sangat diperlukan masyarakat.

“Tapi kalau Koperasi Desa Merah Putih usahanya bidang pertanian juga, maka usaha BUMDes rencananya dialihkan ke kegiatan lain seperti peternakan ayam. Yang saya amati, di tempat kami usaha ayam agak menunjang,” katanya.

“Untuk peternakan babi agak susah. Kalau ayam masyarakat gampang belinya, lagipula harganya yang tidak terlalu mahal, jadi masyarakat bisa membelinya,” kata Lewi.

Dikatakannya, untuk program ketahanan pangan direncanakan adalah peternakan yang dikelola lewat BUMDes tadi. “Cuma kan belum bisa dikelola. Makanya belum bisa berjalan,” sambungnya.

Dulu, program ketahan pangan Desa Tonggoi dialokasikan untuk pembelian pupuk dan pestisida untuk masyarakat. “Bantuan itu kita hibahkan ke mereka. Kalau sekarang, program ketahanan pangan berbeda yakni jual beli. Misalnya kalau pelihara ayam, kita jual ke masyarakat,” katanya.

“Nah inilah yang jadi dilema. Karena nanti masyarakat pasti bertanya. Kok program ketahanan pangannya berbeda. Dulunya hibah sekarang jual beli. Itu kadang yang membuat kita kerepotan di desa untuk menjelaskan ke masyarakat terkait program ketahanan pangan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.