SINTANG – Tak hanya punya usaha peternakan ayam petelur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mapan Jaya Kecamatan Kayan Hulu juga menanam jagung hibrida.
“Ditahun ini di Desa Mapan Jaya, ada kelompok BUMDes yang per RT-nya menanam jagung hibrida,” ungkap Camat Kayan Hulu, Yudius ketika ditemui media berita-aktual.com di Sintang, belum lama ini.
Rencananya, kata Yudius, jagung itu akan digunakan untuk pakan ternak ayam. BUMDes Mapan Jaya sendiri punya usaha ayam petelur sebanyak 1.000 ekor yang tentunya memerlukan pakan yang tidak sedikit.
“Kenapa digunakan untuk pakan ayam petelur, karena dalam sebulan biaya pakan memerlukan dana sekitar Rp 15 juta. Sehingga, Kades dan beberapa pengurus BUMDes membentuk memutuskan menanam jagung hibrida,” bener Yudius.
“Lalu dari total 4 RT di Desa Mapan Jaya, dibagi menjadi 4 kelompok untuk menaman jagung hibrida 2 hektar per kelompok. Penanaman perdana bibitnya sekitar 400 kilogram,” sambung Yudius.
Untuk mengolah jagung hibrida ini, lanjut Yudius, kemudian BUMDes Mapan Jaya membeli alat untuk pencacah. Langkah ini diambil untuk meminimalisir harga pakan.
“Ini langkah yang bagus ya, setelah punya usaha ayam petelur, mereka menanam jagung hibrida untuk support pakannya. Jadi mereka tidak perlu repot-repot lagi membeli pakan keluar. Karena jagung hibrida yang mereka tanam mampu memenuhi kebutuhan pakan peternakan ayam petelur yang sudah mereka rintis sejak tahun 2024 lalu,” pungkasnya.





