MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH mengatakan, bahwa semua pihak harus tahu akan penting memahami kesehatan sekolah, sehingga semua pihak dapat mengambil peran, bersinergi dan berkolaborasi dalam penerapan di satuan pendidikannya masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Bupati Erlina saat membuka kegiatan sosialisasi KSS, pada Senin (9/10) di Aula Kantor Bupati Mempawah. Diharapkannya melalui kegiatan ini semua pihak dapat berperan penting dalam meningkatkan kesehatan.
“KSS ini diharapkan menjadi sebuah gerakan yang masif dan berkelanjutan dengan berfokus pada satuan pendidikan dalam rangka mewujudkan peserta didik yang sehat, kuat, cerdas dan berkarakter,” tuturnya.
Dijelaskan Bupati Erlina, bahwa selama ini upaya membangun kesehatan peserta didik dilakukan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Maka, dalam rangka menggemakan kembali kegiatan UKS di satuan pendidikan pemerintah meluncurkan KSS untuk merevitalisasi UKS melalui sekolah sehat dengan berfokus pada 3 Sehat, yakni Sehat bergizi, Sehat fisik dan Sehat imunisasi.
“Sekolah sehat bukan sekedar program kegiatan, namun gerakan bersama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, sekolah, peserta didik, orang tua hingga mitra swasta serta nirlaba,” terangnya.
Lebih jauh, Bupati mengatakan, sehat bergizi merupakan faktor yang sangat penting dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sebab, tahun 2045 nanti Indonesia akan masuk pada usia emas atau 100 tahun pasca kemerdekaan.
“Pada momentum itu, diharapkan penerus bangsa kita menjadi SDM yang unggul dan berkualitas,” tegasnya.
Maka, masih dikatakan Bupati, KSS ini tak hanya berfokus pada 3S melainkan ada hal lain yakni maraknya perundungan atau bullying terhadap anak-anak dilingkungan sekolah. Diharapkan tindakan perundungan tak terjadi di dunia pendiikan Kabupaten Mempawah.
“Sebagai orang tua, kita harus melakukan tindakan preventif. Ajarkan selalu pendidikan agama yang baik, karena semua agama pasti mengajarkan tentang kebaikan. Semoga generasi muda kita mampu menjadi peserta didik yang memiliki kesehatan paripurna, baik secara fisik, psikologis, sosial dan berakhlatul karimah,” pungkasnya. (dil)







