Bupati Jarot Jadi Vaksinator, Danrem 121/ABW Disuntik Vaksin Perdana di Sintang

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno menyuntikan vaksin Sinovac ke Frista Wibawa, perwakilan milenial Kabupaten Sintang

 

BERITA-AKTUAL.COM   Danrem 121/Alambhanawanawai, Brigjen TNI Ronny menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac di Kabupaten Sintang, Senin 2 Februari 2021. Sementara Bupati Sintang Jarot Winarno menjadi salah satu vaksinator dalam kegiatan pencanangan vaksinasi tersebut.

Selain Danrem, total ada 20 orang pertama yang mengikuti vaksinasi. Mereka berasal dari unsur Forkopimda, kepala dinas, tenaga kesehatan (nakes) serta perwakilan kaum milenial Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menegaskan bahwa vaksinasi sangat penting untuk mencapai imunitas kelompok (herd imunity). Tetapi yang harus kita pahami, vaksin sangat mahal, tidak mudah, triliunan dana pemerintah habis untuk membelinya.

“Di Kabupaten Sintang, untuk tahap pertama kita mendapat jatah 4.760 vial vaksin untuk nakes. Karena nakes paling berisiko, setiap hari berhadapan dengan pasien yang mungkin terjangkit corona. Kemudian kami susun untuk TNI Polri, Forkompimda, Tim Gugus Tugas COVID-19, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk guru dan sebagainya. Selanjutnya untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Jarot mengatakan, kemarin perkumpulan epidemolog Indonesia menyarankan pemerintah untuk mendahulukan lansia. Namun vaksin untuk usia lanjut dan anak sedang dipersiapkan. “Maka target pertamanya adalah usia 18-59 tahun. Kelompok usia ini dianggap mobilitasnya sangat tinggi,” ucapnya.

Pada hari ini, Jarot mengaku bahagia telah berkumpul jajaran tokoh masyarakat Kabupaten Sintang. Diantaranya Ketua DAD Sintang Jeffray Edward, Sultan Sintang, Danrem serta Forkompimda. “Ini luar biasa. Tentu akan memberikan motivasi pada kita, Sintang jangan kalah lawan corona,” tegas Jarot.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, dr. Harysinto Linoh mengatakan, setelah divaksin tidak langsung terbentuk kekebalan tubuh. Tapi harus sampai mendapatkan vaksin dosis kedua. “Setelah itu biasanya setelah 14-20 hari barulah timbul antibodi yang maksimal. Makanya, jangan karena sudah vaksin pertama malah menganggap kebal COVID-19. Tidak seperti itu. Tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” tegas Sinto.

Sinto sendiri termasuk 10 orang nakes yang mendapat suntikan vaksin Sinovac yang dilakukan langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno selaku vaksinator. “Setelah divaksin, tidak ada rasa apa-apa. Cuma sedikit agak ngantuk. Memang, salah satu efek samping yang dilaporkan adalah pegal-pegal, demam, ngantuk maupun lapar,” bebernya.

Dikesempatan itu, Sinto mengingatkan masyarakat agar tidak takut divaksin COVID-19. “Masyatakat umum akan divaksin setelah TNI-Polri. Jangan takut. Aman kok. Buktinya sudah 20 orang sudah divaksin. Sekarang ini juga berlangsung vaksinasi di Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Tanjungpuri, Puskesmas Dara Juanti, RSUD Ade M Djoen dan Rumkit Tingkat IV,” beber Sinto.

Frista Wibawa, perwakilan milenial Sintang mengaku senang ikut divaksin pertana  “Saya merasa mendapat privilege. Apalagi yang menyuktiknya kepala daerah. Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan itu. Terima kasih pada Dinkes yang sudah memfasilitasi,” ucapnya.

Setelah divaksin, pria yang akrab disapa Kipli ini kemudian mengungkapkan dampak setelah divaksin. “Saya merasa pegal. Kayak ada rasa dibagian lengan. Mungkin efek kenak suntik. Efek lain belum ada,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh milenial di Sintang mengikuti vaksinasi. Karena vaksin itu aman dan halal, sudah diuji BPOM dan MUI. “Kalian harus vaksinasi. Setelah vaksin, jangan lupa protokol kesehatan. Tetap pakai masker, cuci tangan jauhi kerumunan,” ucapnya.

“Kalau sudah divaksin, kita aman. Kalau semua sudah divaksinasi, pemerintah bakal ngasik kelonggaran agar kita bisa beraktivitas normal kembali,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.