BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang Jarot Winarno mengingatkan warga bahwa penyebaran virus corona belum berakhir. Oleh karena itu warga harus disipilin dalam menerapkan protokol kesehatan. Serta mau mengikuti vaksinasi.
Ia mengatakan, Sintang harus dijaga agar kalau bisa terhindari dari penyebaran corona. Segera pulihkan dampak ekonomi dari corona ini. Dan segera melanjutkan program program yang ada.
“Sekali lagi, kuncinya ada di desa dan dusun masing-masing. Itulah namanya PPKM Mikro. Kemudian masyarakat kita minta mau berkorban dan bersabar untuk melakukan 6M. Yakni Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menghindari Kerumunan, Membatasi Mobilitas, Mengurangi Makan Bersama,” pinta Jarot.
Jarot meyakini, kalau masyarakat menjalankan protokol kesehatan 6M dengan ikhlas, sabar, kemudian masyarakat tidak takut untuk divaksin, maka penyebaran corona bisa diminimalisir.
“Buatlah Pemerintah kewalahan memenuhi stok vaksin. Karena masyarakatnya pengen divaksin. Kemarin lalu, gebyar Vaksinasi di Kota Sintang itu satu titik bisa mencapai 300 orang yang divaksin, bahkan 400 orang. Semua masyarakat ini mau divaksin,” katanya.
Ditegaskanya, vaksin halal dan aman. Soal dampak paska vaksin, namanya disuntik kalau pegal-pegal itu biasa. “Namanya imunisasi kepada anak kita pun kadang-kadang demam sedikit itu biasa, jadi kalau ada efek samping itu hal yang biasa,” ucapnya.
Kata Jarot, vaksin itu nyaman halal, gratis, mudah, yang penting ada KK, KTP. Silakan datang ke fasilitas yang menyediakan vaksin. “Sekarang semuanya dipermudah. Kalau sudah 70 persen divaksinasi akan menjadi imunitas kelompok (herd imunity). Sebelum vaksinasi mencapai 70 persen harus tetap melaksanakan Protokol Kesehatan 6M tadi,” pesan Jarot.
Dikatakannta, Presiden menargetkan 1 Juta vaksinasi per hari mulai Juli. Pada Agustus menaikkan target untuk 2 juta vaksinasi per hari. Di Sintang yang sudah pernah divaksinasi sudah 11 persen.
“Jadi 260.000 yang harus kita vaksin, sekarang sudah tervaksinasi 27.000 lebih. Tetapi yang vaksinasi lengkap (sudah 2x vaksin) baru sekitar 7 persen atau baru 8.000 lebih. Kita kejar target 260.000, saya yakin bulan Desember 2021 akan tercapai target,” kata Jarot optimis.
“Jangan takut, cemas, pada akhirnya akan baik-baik saja, akan tetapi pada masyarakat diminta kesabaran dan rela berkorban melakukan 6M tadi. Sambil desa kita jaga, segera pulihkan ekonomi, kalau kita takut begini, takut begitu, nanti kita meninggal bukan karena corona tetapi meninggal karena lapar. Jadi kita harus dipulihkan lagi,” pungkas Jarot.





