BERITA-AKTUAL.COM – Pandemi COVID-19 hingga saat ini tak kunjung berakhir. Bupati Sintang Jarot Winarno meminta, pada situasi seperti sekarang ini, kita tidak usah saling menyalahkan. “Pemerintah tidak menyalahkan masyarakat. Masyarakat tidak perlu menyalahkan pemerintah. Kita bersatu padu,” katanya.
Ia mengatakan, pemerintah bekerja keras untuk melakukan 3T yakni Tes, Tracing, Treatment. Kemudian menjamin ketersediaan stock vaksin, mendistribusikannya hingga ke pedalaman. Lalu menjaga jangan sampai kasus corona impor itu datang.
“Makanya dari pihak TNI dan Polri membantu kita semuanya melakukan kegiatan gebyar vaksinasi. Kemudian juga menegakkan PPKM Mikro. Maka kuncinya ada di desa kita masing-masing, kita jaga, pos korona dihidupkan kembali. Orang dari luar stop dulu jangan bergabung, isolasi mandiri, lapor PKM dan PKM bertindak untuk melakukan rapid antigen untuk mengetahui apakah dia positif atau negatif corona,” terang Jarot.
Jarot juga meminta masyarakat tidak takut dan panik. Ia yakin pada akhirnya akan baik-baik saja. Ia mengungkapkan, di Italia itulah yang paling banyak corona dan angka kematian paling tinggi. Sudah diumumkan bahwa boleh menonton sepakbola.
Kemudian, di Amerika Serikat merupakan kasus corona paling banyak, bersama beberapa negara lain tidak mewajibkan menggunakan masker. “Kenapa semuanya itu? Karena mereka cepat melakukan vaksinasi. Sebelum vaksinasi mencapai 80 persen, mereka disiplin melaksanakan PPKM Mikro dan Protokol 6M,” jelasnya.
Dijelaskan Jarot, penyebaran corona di Sintang pernah kritis akhir bulan Mei-Juni 2021. Pada waktu itu, rumah sakit penuh semuanya. Angka tingkat hunian ruang isolasi mencapai 91-92 persen. Sulit untuk mencari ruang isolasi. Kasus 1 minggu bisa mencapai 154 kasus, meninggal 36 kasus pada Mei 2021. Sehingga total sampai hari ini yang meninggal sudah mencapai 145 orang.
“Tetapi keadaan membaik ketika kita buka check point di Desa Sepulut. Dalam 3 minggu kita jaga posko. Kita berhasil mengidentifikasi 167 orang positif corona, kalau tidak kita jaga di Sepulut, mereka masuk ke Sintang dia tidak tau bahwa dia positif kemudian berinteraksi denan masyarakat Sintang sehingga bisa menularkan ke banyak orang,” jelasnya.





