Bupati Sintang: TWA Baning Bukan Sekadar Hutan Kota, Tapi Benteng Gambut Penjaga Lingkungan

oleh
Foto bersama usai seremonial pembukaan Diskusi Multipihak Pengembangan Ekowisata dan Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning.

SINTANG – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa pengembangan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Baning tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis gambut yang menjadi benteng hidrologi Kota Sintang. Menurutnya, TWA Baning bukan sekadar ruang rekreasi, melainkan kawasan strategis penyangga lingkungan hidup dan ruang edukasi bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang saat membuka Diskusi Multipihak Pengembangan Ekowisata dan Hidrologi Gambut di Taman Wisata Alam (TWA) Baning, yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama WWF Indonesia, Senin 5 Januari 2026.

“Keberadaan TWA Baning adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar kita bersama. Ini bukan hanya hutan kota, tetapi benteng hidrologi gambut yang melindungi Sintang dari bencana ekologis,” tegas Bupati Bala.

Ia menjelaskan, ekosistem gambut Baning memiliki peran vital sebagai penyimpan air, pengatur tata air kota, serta habitat flora dan fauna endemik. Namun saat ini, kawasan tersebut menghadapi tantangan serius berupa penurunan permukaan tanah akibat pengelolaan kanal yang kurang optimal.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa upaya konservasi harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Bupati Bala menekankan tiga poin strategis dalam pengembangan TWA Baning. Pertama, keseimbangan antara ekologi dan ekonomi. Pengembangan wisata harus berbasis edukasi atau eco-tourism, sehingga interaksi manusia tidak merusak struktur gambut yang sangat sensitif.

Kedua, kajian hidrologi harus menjadi prioritas. Ia meminta dinas terkait untuk bersinergi dengan BKSDA dalam memastikan tata kelola air di sekitar TWA Baning tetap terjaga agar fungsi serapan air berjalan optimal.

Ketiga, kolaborasi tanpa sekat. Menurutnya, pengelolaan TWA Baning harus melibatkan masyarakat lokal, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, serta mitra pembangunan lainnya.

“TWA Baning harus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar melalui jasa lingkungan, tanpa mengorbankan kelestarian alam,” kata Bupati Bala.

Pemerintah Kabupaten Sintang, lanjutnya, sangat mendukung inisiatif pengembangan wisata alam multipihak yang tetap menempatkan konservasi sebagai fondasi utama. Ia berharap diskusi tersebut tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan melahirkan rencana aksi yang konkret dan dapat segera diimplementasikan.

“Mari kita jaga TWA Baning untuk anak cucu kita. Ini warisan ekologis yang tidak ternilai,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.