Butuh Rp1 Triliun untuk Aspal Jalan Hingga Tanjung Lokang, Desa Paling Ujung di Hulu Kapuas

oleh
Jembatang Jemeheng di ruas Nanga Erak-Batas Kaltim merupakan ujung aspal pada ruas tersebut. Agar aspal tembus hingga desa paling ujung yakni Tanjung Lokang, butuh dana hingga Rp1 triliun.

KAPUAS HULU – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan komitmennya mendorong percepatan pembangunan Jalan Paralel Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu hingga tembus ke Desa Tanjung Lokang, desa paling ujung di hulu Kapuas yang berbatasan dengan Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau ruas Nanga Era–Batas Kaltim bersama pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, serta jajaran OPD setempat, Rabu (25/2/2026). Rombongan peninjauan tiba hingga Jembatan Jemeheng Besar yang menjadi ujung aspal pada ruas tersebut.

Lasarus menegaskan bahwa pembangunan jalan perbatasan merupakan program prioritas nasional yang harus dituntaskan hingga terhubung ke Kalimantan Timur. Menurutnya, badan jalan di wilayah Kalimantan Barat telah terbuka, sementara di sisi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara progres pembukaan badan jalan telah mencapai sekitar 50 persen.

“Minimal untuk Kalimantan Barat, yang sudah terbuka ini bisa kita aspal semua. Untuk Kapuas Hulu tinggal mengejar Tanjung Lokang,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan kasar yang disampaikan Bupati, jarak menuju Desa Tanjung Lokang sekitar 50 kilometer dari titik peninjauan. Untuk mengaspal hingga ke desa tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp1 triliun.

Lasarus menyebut angka tersebut menjadi pekerjaan rumah yang akan diperjuangkannya dalam pembahasan APBN di DPR RI. Ia menargetkan jika dialokasikan sekitar Rp300 miliar per tahun, maka dalam tiga tahun pembangunan bisa dituntaskan.

Ia berharap mulai 2027 hingga 2029 percepatan pembangunan dapat dilakukan, sehingga akses menuju desa perbatasan tersebut benar-benar terwujud dan mendorong pertumbuhan kawasan perbatasan.

No More Posts Available.

No more pages to load.