Kasus Campak di Sintang Kota Meningkat, Dinkes Siapkan Imunisasi Ulang

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Rosa Trifinia.

SINTANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengakui adanya peningkatan kasus campak, khususnya di wilayah perkotaan. Sejumlah kasus ditemukan di beberapa wilayah kerja puskesmas di Kecamatan Sintang sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Rosa Trifinia mengatakan, peningkatan kasus campak saat ini terkonsentrasi di wilayah Kota Sintang. Sementara itu, di kecamatan-kecamatan lain belum ditemukan peningkatan kasus yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

“Memang ada peningkatan ditemukannya kasus campak di Kabupaten Sintang, khususnya di wilayah perkotaan. Kalau di kecamatan-kecamatan tidak ada peningkatan atau outbreak. Namun di Kota Sintang, tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri, Puskesmas Sungai Durian, dan Puskesmas Dara Juanti terdapat beberapa kasus yang perlu menjadi perhatian kita,” ujar Rosa, Kamis 9 Juli 2026.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas saat ini sedang melakukan pendataan ulang terhadap sasaran yang akan menerima imunisasi campak ulang.

Menurut Rosa, imunisasi ulang akan diberikan meskipun sebagian sasaran sebelumnya telah mendapatkan vaksin campak. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat sekaligus mencegah penyebaran kasus semakin meluas.

“Sekarang kami bersama puskesmas sedang melakukan pendataan ulang sasaran yang akan mendapatkan imunisasi campak kembali. Walaupun sebelumnya sudah pernah mendapat imunisasi campak, mereka akan divaksin ulang untuk mencegah agar kasus tidak terus meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah sasaran yang akan menerima imunisasi masih dalam proses pendataan. Di saat yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang juga telah mengajukan permintaan tambahan vaksin kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah pasokan vaksin tersedia dan pendataan sasaran selesai dilakukan, petugas kesehatan akan langsung mendatangi masyarakat yang menjadi sasaran imunisasi.

“Nanti sambil menunggu vaksin yang kami minta dari Dinas Kesehatan Provinsi. Setelah vaksinnya datang dan sasaran sudah terdata, petugas akan melakukan vaksinasi dengan mendatangi langsung masyarakat yang memang wajib mendapatkan imunisasi ulang,” pungkas Rosa.

No More Posts Available.

No more pages to load.