SINTANG – Camat Ketungau Hilir, Benediktus Hengky Saputra, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk segera memperbaiki ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Sintang, khususnya di kawasan Pedadang yang kondisinya rusak parah dan menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Hengky saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ketungau Hilir dan Kecamatan Binjai Hulu yang digelar di Aula Koperasi Harapan Jaya, Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, Kamis 5 Februari 2026.
Hengky menjelaskan, ruas jalan provinsi di wilayah Pedadang memiliki peran vital sebagai akses utama masyarakat Ketungau Hilir untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Namun, kondisi jalan yang semakin memburuk dinilai menghambat mobilitas dan pertumbuhan wilayah.
“Selain mengusulkan penyelesaian pembangunan Kantor Camat Ketungau Hilir, rumah dinas camat, dan fasilitas air bersih, kami juga sangat mendorong perbaikan jalan Provinsi Kalbar. Jalur ini merupakan akses utama masyarakat, dan titik terparah berada di daerah Pedadang,” kata Hengky.
Ia menambahkan, Musrenbang Kecamatan Ketungau Hilir telah dilaksanakan di 24 desa. Seluruh usulan pembangunan dari desa-desa tersebut sudah dientri ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bahan perencanaan pembangunan ke depan.
Terkait data sosial, Hengky menyampaikan bahwa pendataan masyarakat di bawah garis kemiskinan masih terus dilakukan oleh pemerintah desa untuk memastikan keakuratan data. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum menjangkau satu pun sekolah di wilayah Kecamatan Ketungau Hilir.
Mengutip dari Inside Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tetap memacu pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang meski di tengah keterbatasan anggaran.
Pada tahun 2026, Pemprov Kalbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp39 miliar untuk pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan penanganan jalan dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan ruas yang paling mendesak.
Tiga ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan yakni Jalan Semubuk–Sintang dengan alokasi Rp15 miliar, Jalan Nanga Mau–Tebidah sebesar Rp12 miliar, serta Jalan Tebidah–Bunyau sebesar Rp12 miliar.





