SINTANG – Mengembangkan potensi petani milenial merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ekonomi pedesaan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung, beberapa langkah konkret yang dapat mengembangkan potensi petani milenial antara lain melalui pendidikan formal.
“Ini bisa dilakukan dengan memperkenalkan kurikulum pertanian modern di sekolah dan universitas dengan fokus pada teknologi pertanian, manajemen lahan, dan kewirausahaan,” jelasnya.
Kemudian, pelatihan vokasi. Yakni menyediakan berbagai macam pelatihan vokasional di bidang pertanian yang mencakup keterampilan praktis dan manajemen, hal ini diharapkan dapat lebih mengembangkan potensi yang ada, dikarenekan dapat praktik langsung di lapangan.
“Selanjutnya, pelatihan kewirausahaan: dalam hal manajemen bisnis, penggunaan teknologi digital menggunakan flatform e-comerce dan media social. Dukungan pemerintah berupa subsidi dan insentif pajak serta skema pembiayaan yang dapat dijangkau oleh petani milenial.
Yang tak kalah penting adalah pengembangan jaringan dan kemitraan berupa aksi kolaborasi dan membangun jomunitas. Mengadakan pameran dan bazar untuk memperkenalkan produk pertanian milenial ke pasar yang lebih luas. Membangun kemitraan dengan supermarket, restoran, dan perusahaan distribusi untuk penjualan produk. Serta menyediakan program inkubator untuk mendukung startup agribisnis dengan bimbingan, fasilitas, dan akses ke pasar.
“Dengan langkah-langkah ini, diharapkan potensi petani milenial dapat dioptimalkan sehingga mereka mampu menjadi agen perubahan dalam sektor pertanian dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.





