Darurat Corona, Kepala OPD Harus Miliki Sense of Emergency

oleh
Bupati Sintang Jarot Winarno menandatangani BA pelantikan Kepala OPD.

BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang Jarot Winarno berpesan kepada para pejabat yang dilantik dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memiliki sense of emergency. Bahwa kita sedang darurat COVID-19. Saat ini Pontianak zona merah. Dan Sintang zona orange.

“Saya selalu bilang, kalau Jakarta dan Pontianak belum selesai. Maka Sintang juga tidak bakalan selesai mengurus corona ini. Semua karena konektivitas yang tinggi sekali antara Jakarta dengan Pontianak dan antara Pontianak dengan pusat kabupaten termasuk Sintang,” terang Jarot.

Ia mengatakan, kalau Sintang masuk zona merah, maka cek point atau posko di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk akan diaktifkan lagi. “Bahkan akan saya buka dua posko, yakni di Sepulut untuk arah Pontianak dan Sungai Ukoi untuk orang masuk dari Melawi. Tetapi yang paling banyak dari Pontianak baik orang luar yang akan masuk ke Sintang maupun mobilitas orang Sintang sendiri,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, pesan lainnya yang disampaiikan Jarot adalah seluruh kepala OPD harus memiliki  kesiapan untuk berkorban dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Mampu bekerja dengan baik dengan keadaan dana yang apa adanya saja.

“Dana yang ada di OPD kan terkena refocusing. Ada yang anggaran perjalanan dinas sudah tidak ada, jadi harus mau berkorban. Tetap bekerja dengan semangat dengan dana yang minim,” pesan Jarot.

Soal kondisi zona merah di Pontianak dan persiapan pembelajaran tatap muka, untuk Kabupaten Sintang tetap on the track. Mengingat, sesuai arahan Presiden, yang bukan zona merah tetap melaksanakan belajar tatap muka, dua hari dalam seminggu, dua jam dalam sehari pembelajaran.

“Kecuali, tiba tiba Sintang masuk zona merah, maka akan kita hentikan lagi belajar tatap mukanya. Tapi yang pasti, kalau Pontianak zona merah, maka akan berpengaruh terhadap semua ibu kota kabupaten kota karena konektivitas dan mobilitas warga,” jelasnya.

“Kalau Sintang masih zona kuning atau orange, proses belajar tatap muka tetap on the track. Kan hanya 2 hari seminggu dan 2 jam per hari,” tambah Jarot.

No More Posts Available.

No more pages to load.