SINTANG — Bupati Kabupaten Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan langsung sejumlah usulan strategis kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, termasuk permintaan perhatian serius terhadap kondisi jalan provinsi di wilayahnya.
Permintaan tersebut disampaikan di hadapan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 Kabupaten Sintang, Kamis 9 April 2026.
Dalam pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa infrastruktur jalan provinsi di Sintang masih membutuhkan peningkatan, baik dari sisi kualitas maupun pemerataan pembangunan. Ia berharap hal ini dapat menjadi perhatian dan fokus pemerintah provinsi ke depan.
“Secara khusus, kepada Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, kami berharap agar jalan provinsi di Kabupaten Sintang dapat menjadi atensi dan fokus pembangunan provinsi,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, Bupati juga menyinggung pentingnya percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik, yang dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga meminta dukungan untuk menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur lainnya, seperti pembangunan Jembatan Ketungau yang hingga kini belum tuntas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Sintang untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, peningkatan akses listrik, serta percepatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya dari aspek rata-rata lama sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menyukseskan berbagai program prioritas Presiden, seperti makan bergizi gratis, penguatan koperasi, hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan yang merata.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kabupaten. Diperlukan dukungan dan sinergi dari pemerintah provinsi maupun pusat, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sintang tidak dapat bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh komponen anak bangsa,” tegasnya.




