BERITA-AKTUAL.COM – Desa Mensiku, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, melakukan deklerasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang merupakan bagian dari pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Senin 20 Juni 2022.
Deklerasi ODF dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Wakil Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward, Kepala Bappeda Sintang Kartiyus, Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Herkulanus Roni, Kepala Kesbangpolinmas Kusnidar, Camat Binjai Hilir Jony, Kepala Puskesmas Mensiku Endi Juliansyah, Kades Mensiku Daniel serta undangan lain dan masyarakat setempat.
Dikesempatan itu, deklerasi ODF dibacakan oleh Kades Mensiku Daniel, kemudian diikuti oleh peserta yang hadir. Selanjutnya Bupati Sintang Jarot Winarno beserta jajaran menandatangani deklerasi yang sudah dibacakan. Serta memberikan cap telapak tangan dengan menggunakan tinta sebagai bagian dari kampanye mencuci tangan menggunakan sabun.
Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, ada lima pilar dalam pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan menggunakan sabun, menjaga makanan dan minuman, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.
Jarot kemudian mengucapkan selamat pada Desa Mensiku yang telah berhasil deklerasi ODF. Jarot juga mengajak semua pihak keroyokan mewujudkan Desa Ampar Bedang menjadi desa ODF. Karena dari total 11 desa di Kecamatan Binjai Hulu, hanya Desa Ampar Bedang yang belum bebas ODF.
“Di sana banyak pihak yang membantu tapi belum berhasil. Semoga tahun ini bisa berhasil. Sehingga total 11 desa semuanya sudah ODF. Sehingga, Kecamatan Binjai Hulu jadi kecamatan pertama di Kabupaten Sintang yang ODF,” harap Jarot.
Jarot menegaskan bahwa ODF ini penting untuk mencegah stunting. “Dengan bebas ODF maka stunting akan berkurang,” katanya.
Camat Binjau Hulu, Jony bersyukur Desa Mensiku sekarang ini sudah bebas ODF. Keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras bersama dengan dukungan banyak pihak.
“Bebas ODF ini juga didukung oleh masyarakat dengan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Maka pada hari ini terwujudlah Desa Mensiku sebagai desa ODF,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa desa yang belum bebas ODF di Kecamatan Binjau Hulu adalah Desa Ampar Bedang.
“Ini pekerjaan berat untuk kami di pemerintah Kecamatan Binjai Hulu beserta Puskesmas dan desa yang ada. Semoga kedepan Desa Ampar bedang bisa bebas ODF seperti 10 desa lain di Kecamatan Binjai Hulu,” harapnya.
Kepala Desa Mensiku, Daniel mengungkapkan, untuk mewujudkan desa bebas ODF bukanlah hal yang mudah. Pihak desa tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Sementara dukungan anggaran sempat terhambat karena pandemi COVID-19.
“Terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu. Keberhasilan ini berkat perjuangan kita bersama. Bahwa kita melihat bahwa kesehatan adalah hal yang sangat penting,” katanya.
Sebelumnya, Desa Mensiku ditargetkan bebas ODF pada tahun 2020, namun gagal karena pandemi. Target mundur ke tahun 2021, namun gagal lagi karena musibah banjir.
“Dan saya bersyukur tahun 2022 target itu bisa terwujud. Saya berharap setelah deklerasi bebas ODF nanti, itu adalah komitmen dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.







