Distanbun Gelar Lokakarya Refleksi TPD-KSB Kabupaten Sintang

oleh

SINTANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) menggelar lokakarya refleksi Tim Pelaksana Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (TPD-KSB) Kabupaten Sintang di Meeting Room Bagoes Hotel, Selasa 20 Mei 2024.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung. Hadir juga Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sintang Supomo, Sustainable Commodities Coordinator Sintang Melawi Project WWF Indonesia M Munawir serta banyak undangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengungkap kilas balik Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSP) Kabupaten Sintang fase pertama periode 2018-2023 yang sudah berakhir. Dan hasil dari RAN KSP tersebut mencapai kurang lebih 51 persen.

“Karena tahap awal, mungkin nilai 51 persen ini sudah cukup bagus, tapi belum memuaskan untuk kita. Mengapa belum bisa mencapai nilai yang tinggi, mungkin dipengaruhi beberapa kendala,” kata Martin Nandung.

Ia mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi luar biasa untuk Kabupaten Sintang. Baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun peningkatan pendapatan daerah.

“Animo untuk menanam komoditas kelapa sawit ini luar biasa karena menjanjikan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani. Untuk itulah hal ini harus diatur dengan berbagai peraturan. Makanya dilaksanakan RAN KSB tahun 2019. Saat ini kita masih menunggu Perpres tentang RAN KSP ini yang akan kita jadikan pedoman untuk menyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSP) fase 2 di Kabupaten Sintang,” jelasnya.

“Walaupun masih ada jeda bahwa fase pertama berakhir tahun 2023 dan kita mulai proses penyusunan tahun 2024, lalu kemungkinan besar menunggu Perpres, mudah-mudahan Perbup bisa ditetapkan tahun 2025. Mudah-mudahan di Perpres yang akan keluar nanti tidak ada perubahan mendasar, tapi lebih pada upaya penguatan dan mendukung kelapa sawit berkelanjutan,” jelasnya.

Terkait dengan Refleksi TPD-KSB Kabupaten Sintang, Martin berharap beberapa kendala seperti anggaran dan tim yang belum bisa melaksanakan kegiatan dengan maksimal karena sejumlah kendala, bisa diatasi dalam fase 2 nanti.

“Saya berharap ada perbaikan, peningkatan serta perubahan yang signifikan. Sehingga terget kita di fase 2 bisa tercapai. Saya ingin dokumen yang ada tak hanya dokumen belaka, tapi jadi sebuah komitmen bersama untuk dilaksanakan,” harapnya.

Martin menegaskan, Distanbun Sintang sebagai dinas teknis tidak bisa bekerja sendiri, butuh bantuan Tim Pelaksana Daerah Kepala Sawit Berkelanjutan. Dengan harapan, tim bisa bersama-sama mewujudkan apa yang tertuang dalam RAD KSP.

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.