MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Berbagai upaya terus dilakukan Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh dalam mencegah penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerjanya. Salah satunya dengan melakukan fogging.
Kepala Puskesmas Sungai Pinyuh Drg Ety Wiyanti mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan fogging sebanyak 43 titik lingkungan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pinyuh.
“Sebenarnya fogging ini merupakan alternatif terakhir dalam pemberantasan sarang nyamuk, sebab pencemaran obat foging itu racun, dan membahayakan bagi anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, foging bukan alternatif yang efektif. Melainkan alternatif akhir kalau memang diperlukan berdasarkan pengecekan tim di lapangan,” ujarnya ditemui saat kegiatan Jumat Bersih di Sungai Pinyuh, Jumat (24/11).
Selain upaya fogging, Ety juga mengharapkan peran aktif dan partisipasi seluruh stakeholder masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya.
“Jadi upaya pemberantasan harus dilakukan sejak awal mulai dari larva atau telur nyamuk. Kita mngharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat,” harapnya.
Selain itu, Ety juga menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil penelitian terdapat dua jenis nyamuk yang dapat menularkan DBD. Diantaranya nyamuk aedes aegypti dan nyamuk aedes albopictus. Bahkan, saat ini telah berkembang dan tejadi mutasi gen menjadi 4 virus yang disebut den 1-4.
“Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah antisipasi sejak dari jentiknya. Maka cara efektif untuk membasmi jentik yakni dengan diberikan abatesasi,” pungkasnya. (dil)





