SINTANG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Kabupaten Sintang masih dihadapkan pada berbagai kendala teknis di lapangan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menyebutkan bahwa salah satu hambatan terbesar datang dari akses jaringan internet dan pasokan listrik di sejumlah kecamatan.
“Banyak daerah di Kabupaten Sintang yang masih belum memiliki sinyal ponsel atau jaringan internet stabil. Ketika masuk ke aplikasi, prosesnya sangat lambat, bahkan ada yang tidak bisa daftar sama sekali,” ungkap Edy.
Padahal, sistem pelaporan CKG dilakukan secara digital melalui aplikasi yang dipantau langsung oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini menyebabkan capaian di lapangan tidak sepenuhnya tercatat secara resmi. “Kalau secara manual, datanya lebih besar. Tapi karena Kemenkes hanya melihat data di aplikasi, capaian kita terlihat lebih kecil dari yang sebenarnya,” jelasnya.
Selain kendala jaringan, Edy juga menyoroti keterbatasan pasokan listrik di beberapa wilayah. “Ada kecamatan yang listriknya hanya menyala malam hari saja. Akibatnya, teman-teman di Puskesmas harus melakukan entri data secara manual dan baru dimasukkan ke aplikasi saat listrik menyala,” ujarnya.
Edy berharap, ke depan pemerintah pusat maupun provinsi dapat memberikan dukungan berupa penguatan infrastruktur digital dan energi di wilayah pedalaman. “Kalau infrastruktur dasar sudah memadai, saya yakin pelaksanaan program nasional seperti CKG ini bisa jauh lebih efektif,” tutupnya.







