MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Pemerintah Kabupaten Mempawah menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat Kecamatan Toho. Bantuan tersebut diantaranya, beras sebanyak 3,8 ton, penyerahan kartu BPJS untuk RT/RW dan pekerja rentan, santunan kematian, bantuan krayon dan buku mewarnai, bantuan seragam sekolah, serta penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk sejumlah kelompok tani.
Bantuan tersebut disalurkan saat Pemkab Mempawah menggelar safari program Gema Bina Bangun Desa (GBBD) tahun 2023, di Desa Benuang dan Desa Sambora, Kecamatan Toho, Selasa (3/10) pagi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Mempawah, Erlina. Daslam sambutannya Bupati Erlina, GBBD merupakan merupakan bagian dari upaya pelaksanaan Nawa Cita Presiden Joko Widodo khususnya pada poin ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa dalam kerangka negara kesatuan.
“GBBD sekaligus sarana pertemuan bagi Kepala Daerah dengan masyarakat desa. Tujuannya, mendekatkan para pemimpin di Kabupaten Mempawah dengan masyarakat desa, serta memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat desa,” ujar Bupati Erlina.
Di samping mempererat silaturahmi, timpal Bupati, GBBD menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat guna mengetahui secara langsung apa yang masih menjadi permasalahan di desa.
“Setelah kita mengetahui masalahnya, kemudian akan kita carikan solusinya bersama-sama atau kita programkan dalam rencana pembangunan daerah. Makanya, kami berharap pelayanan lansung dan bantuan ini benar-benar bisa dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat desa,” terangnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan melalui program GBBD tersebut tidak ada lagi kesenjangan antara pejabat dan masyarakat desa di Kabupaten Mempawah. Sebab, masyarakat desa sudah saling kenal dan dapat bicara langsung kepada para pejabat daerah.
“Dan kita bisa akomodir untuk programkan apa saja yang memang masyarakat perlukan untuk diprogramkan dilingkungannya,” katanya.
Bupati Erlina menjabarkan empat kunci sukses dalam membangun desa. Yakni, adanya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
“Akuntabilitas tidak hanya diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dana, namun juga kepada seluruh masyarakat desa,” tuturnya.
Bupati Erlina juga mengatakan, adanya komitmen peran serta masyarakat. Karena desa yang sukses terlihat dari peran aktif masyarakatnya. Lalu, masih dikatakan Bupati, kunci sukses lainnya adalah menyangkut kepemimpinan yang akan menentukan kesuksesan pengelolaan dana desa.
“Kunci sukses terakhir adalah keputusan atas aspek fokus penggunaan dana. Pada desa-desa yang sukses, mereka memutuskan dengan tepat kebutuhan penggunaan dana desa,” pungkasnya. (dil)






