BERITA-AKTUAL.COM – Semakin membaiknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit paska pelarangan ekspor disambut positif oleh petani. Meski belum kembali normal seperti saat harga TBS sedang tinggi-tingginya, kondisi ini tetap disyukuri karena sebelumnya sempat anjlok.
Anggota DPRD Sintang, Markus Jembari mengungkapkan, saat harga sawit tinggi, tepatnya sebelum diberlakukannya larangan ekspor Crude Palm Oil atau CPO, ada saja oknum masyarakat yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
“Ada saja aksi pencurian ketika harga TBS naik. Ini jelas perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.
Oleh karena itu, politisi Partai Demokrat ini mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur untuk mendapatkan uang dengan cara mudah, namun melanggar hukum. Seperti mencuri buah sawit milik orang lain maupun di kebun perusahaan.
“Apapun itu, ketika yang bersangkutan melanggar hukum pasti ada konsekuensi yang akan diterima. Jadi, jangan berfikir pendek untuk mengambil hak orang lain. Kadang, meski sudah tahu apa yang dilakukannya merupakan tindakan yang salah, namun tetap dilakukan. Dan secara hukum positif, itu adalah tindakan pidana,” katanya.
Politisi dari Dapil Tebelian Binjau Hulu dan Kelam Permai ini juga berpesan pada perusahaan perkebunan sawit agar selalu memberdayakan masyarakat.
“Dalam proses kemitraan, perusahaan harus memberdayakan masyarakat. Terutama masyarakat di sekitar area investasi. Baik itu dengan memberi lapangan pekerjaan maupun memperbaiki pendekatan personal ke masyakat. Agar masyarakat merasakan adanya konsep mitra dengan hadirnya perusahaan perkebunan di suatu daerah,” ucapnya.
Yang tak kalah penting, tegas Markus, perusahaan harus melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial pada masyarakat. Mengingat, CSR sudah diamanahkan Undang Undang.
“Laksanakan kewajiban CSR, bantu masyarakat di sekitar area tempat perusahaan berinvestasi. CSR ini kan bisa dengan berbagai kegiatan. Contoh membaiki jalan, rumah ibadah, membantu perbaikan sekolah atau beasiswa pendidikan serta banyak kegiatan sosial lainnya,” kata Markus.





