PONTIANAK, BERITA-AKTUAL.COM – Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson meninjau operasi pasar yang digelar di Pasar Suka Bangun, Jalan Gajahmada, Kabupaten Ketapang, Kamis (26/10). Peninjauan tersebut dilakukan Harisson pada hari ketiga Kunjungan Kerjanya di Kabupaten Ketapang.
Operasi pasa tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Disperindag ESDM dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar dengan pihak Bulog serta TPID Kabupaten Ketapang. Kegiatan tersebut sebagai upaya dalam menekan angka inflasi.
Pada kesempatan itu, Harisson mengatakan, bahwa operasi pasar tersebut menjual beras SPHP dan Premium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Tentu gunanya yakni dalam rangka pengendalian harga beras.
“Tak hanya itu saja, operasi pasar ini juga untuk melihat kebutuhan pokok lain seperti daging, telur cabe merah keriting, ikan gembung dan semuanya,”ujar Harisson.
Dikatakan Harisson, bahwa hasil dari tinjauannya di operasi pasar tersebut, harga bahan pokok penting tidak ada yang naik atau masih normal. Dirinya pun ke depan harga bahan pokok ini pun terus stabil.
“Tentu kita harapkan begitu terus. Untuk itu saya dan TPID harus sering turun ke pasar melihat secara langsung harga dan permasalahan di pasar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag ESDM Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Kamaruzaman mengatakan, bahwa operasi pasar ini digelar dalam rangka kunjungan kerja Pj Gubernur Kalbar di Kabupaten Ketapang.
“Operasi Pasar ini pihak Pemprov Kalbar bersama Bulog dan TPID sudah menyiapkan beras SPHP sebanyak 10 ton, beras premium 2 ton , minyak goreng 1 ton, gula 1 ton,” tuturnya.
Untuk harga jualnya, dikatakan Syarif tentu beda dengan harga pasar, dimana dijual sesuai HET. Sepeerti beras Premium seharga Rp72 ribu, beras SPHP perlima kilo Rp57 ribu, gula Rp14.500 per kilo, dan minyak goreng 1 liter Rp15 ribu.
“Jadi untuk operasi pasar kali ini kita hanya memberikan beras 10 kilo, gula 2 kilo, dan minyak 2 liter untuk per orang. Kita harapkan kegiatan operasi pasar ini menjadi pengendali inflasi, serta harganya bisa dijangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka,” pungkasnya. (*)






