PONTIANAK, BERITA-AKTUAL.COM – Sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok di Pontianak, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalbar melakukan peninjauan harga bahan pokok, di Pasar Dahlia, Selasa (14/11).
Selain peninjauan harga bahan pokok, juga dilaksanakan operasi pasar oleh Pemprov Kalbar bekerjasama dengan pihak Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Milik Pemerintah Provinsi Kalbar, sebagai upaya pengendalian inflasi, sehari sebelumnya, yakni 13 November 2023.
Pada kesempatan itu, Harisson mengatakan, bahwa giat tersebut dilakukan dalam rangka menekan angka Inflasi serta menjaga harga-harga bahan pokok.
“Jadi dari peninjauan kita, ada kenaikan harga, tidak terlalu tinggi. Jadi kalau naik biasanya kita langsung operasi pasar,” ujar Harisson.
Disampaikan Harisson, bahwa harga kebutuhan pokok, khususnya daging dan sayur masih stabil atau tidak terjadi kenaikan harga, namun pada gula terjadi sedikit kenaikan.
“Untuk gula mengalami sedikit kenaikan jadi Rp 17.000/kg. Namun untuk gula merk rose brand kita jual di operasi pasar Rp 16.000/kg, minyak goreng Rp 16 ribu/1 liter, dan Beras 5 kg dengan harga Rp 60 ribu,” ucapnya.
Tentu semua itu kata Harisson sebagai langkah konkret Pemprov Kalbar dalam rangka menstabilkan harga di pasar. Disampaikannya pula, bahwa operasi pasar akan terus digelar guna menekan dan menjaga angka Inflasi di Kalbar.
“Kita ketahui bahwa inflasi terjadi, salah satu dampak dari ketidakstabilan kondisi dunia saat ini, antara lain karena sedang terjadi perang di beberapa belahan negara, hingga cuaca yang ekstrim yakni dampak dari El Nino,” tuturnya.
Pada intinya kata Harisson, Pemprov Kalbar akan terus berupaya menjaga harga bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan harga yang tinggi. Adapun untuk mengantisipasi hal tersebut, dirinya akan melakukan intervensi dalam pengendalian harga dengan melaksanakan operasi pasar maupun gelar pangan murah.
“Sudah jadi tugas kita untuk menjaga kenaikan harga-harga bahan pokok, karena kalau bahan pokok ini naik, kasihan masyarakat. Oleh karena itu, kita melakukan intervensi-intervensi untuk mengendalikan harganya dengan selalu mengadakan operasi pasar di seluruh Kalbar,” pungkasnya. (*)





