PONTIANAK, BERITA-AKTUAL.COM – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson turun langsung meninjau operasi pasar yang digelar di Pasar Teratai, Jalan Jerendeng, Kompleks Terminal Bengkayang, Senin (20/11).
Harisson meninjau langsung operasi pasar tersebut saat Kunjungan Kerja (Kunker) dihari pertamanya di Kabupaten Bengkayang. Saat meninjau tersebut, dikatakan Harisson ada terdapat salah satu komoditi yang menjadi sorotan, yakni tingginya harga beras medium.
“Untuk di pasar ini saya lihat tadi beras medium itu harganya tinggi. Kalau iHarga Eceran Tertinggi (HET) nya itu Rp11.500, tapi di Bengkayang ini sampai Rp14.850,” ujar Harisson.
Menurutnya, salah satu penyebab tingginya harga beras medium di Bengkayang karena Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak banyak mendistribusikan beras di sana. Untuk itu ia berharap keberadaan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog harus diperbanyak di Bengkayang.
“Jadi pasarnya Bulog di sini kurang, RPK tidak banyak. Saya berharap Bulog memperbanyak RPK, sehingga masyarakat bisa mengakses langsung beras medium, agar tidak panjang rantai distribusinya,” pintanya.
Dalam kunjungan Harisson ke operasi pasar itu, turut didampingi Pj Ketua TP PKK Provinsi Windy Prihastari, beserta rombongan yang juga turut didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal.
Sementara dalam operasi pasar yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama pihak terkait di pasar tersebut, digelar dalam rangka pengendalian inflasi.
Adapun dalam operasi pasar itu, disiapkan sebanyak enam ton beras yang dijual seharga Rp60 ribu per lima kilogram. Lalu satu ton gula pasir dijual dengan harga Rp14 ribu per kilogram, dan satu ton minyak goreng dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram. (*)







