BERITA-AKTUAL.COM – Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Sintang, Julian Sahri menyampaikan beberapa saran pada pemerintah daerah Kabupaten Sintang.
Diantaranya, saran pada Bupati Sintang agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengurangi perjalanan dinas yang dianggar tidak penting. Seperti Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) ke luar daerah.
Kemudian, disampaikan pada Bupati Sintang melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar anggaran OPD dapat disesuaikan dengan anggaran yang jadi skala prioritas.
Selajutnya, pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran siaga pandemi COVID-19 tahun 2021. Sehingga tidak menganggu anggaran pembangunan yang lain ditahun 2021. “Kami juga minta pemerintah menyelesaikan jembatan gantung di Desa Sebadak karena sangat penting. Selain untuk Desa Sebadak sendiri, juga untuk desa-desa sekitar,” kata Julian.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga meminta pemerintah merealisasikan listrik di Desa Sebadak dan banyak desa-desa lain di Kecamatan Ketungau Tengah dan Kecamatan Ketungau Hulu. “Desa Sebadak juga perlu dibangun sumur bor. Begitu juga desa-desa sekitarnya. Karena air yang ada saat ini tidak layak dan tercemar. Sehingga tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sekda Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan, mengenai anggaran perjalanan dinas tahun 2012 telah diefesiensikan dan disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. “Jika masih terdapat perjalanan dinas di OPD. Itu merupakan perjalanan dinas yang tidak dapat dihindari atau menjadi keharusan untuk dilaksanakan,” ucapnya.
Terkait masukan agar anggaran OPD dapat disesuaikan dengan anggaran yang menjadi prioritas. Kata Sekda telah sesuai dengan skala prioritas tersebut. Penganggaran tersebut tetap mengacu pada perencanaan yang telah dilakukan dan tertuang dalam dokumen perencanaan tahunan yaitu RKPD.
“Untuk anggaran penanganan COVID-19, dalam APBD 2021 dianggarkan melalui dana tidak terduga. Selain itu dana transfer dari pusat seperti Dana Insentif Daerah (DID), diarahkan untuk penanganan COVID-19,” kata Yosepha.





