SINTANG – Anggota Komisi XIII DPR RI Paolus Hadi berharap Kain Pantang Sintang semakin dikenal luas dan terus mendapat perlindungan sebagai kekayaan intelektual (KI) agar karya para pengrajin lokal memiliki pengakuan resmi dari negara.
Harapan tersebut disampaikan Paolus Hadi saat membuka kegiatan sinergi perlindungan kekayaan intelektual bertajuk Penguatan Masyarakat dalam Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Bersama Komunitas Pengrajin Kain Pantang Kabupaten Sintang di Rumah Betang Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kamis 7 Mei 2026.
Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong dan merupakan sinergi antara Yayasan Rumah Belajar Kain Pantang Sintang, Kementerian Hukum Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Sintang.
Dalam kesempatan itu turut diserahkan Piagam Penetapan Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KBKI) kepada Yayasan Rumah Belajar Kain Pantang, Surat Pencatatan Ciptaan seni motif Ruit Besai atas nama Hetty Kus Endang dan Solomina Wati dengan pemegang hak cipta Galeri Kain Pantang Sintang, Surat Pencatatan Ciptaan kepada Marselina Evy atas buku Takui Darek, serta Surat Pencatatan Ciptaan kepada Sanli Risna atas karya musik Lagu Rohani Dayak Kasih Petara.
“Pertama-tama saya senang bisa datang dalam kegiatan ini, terutama berkaitan dengan bagaimana penguatan kain pantang ini menjadi sebuah kekayaan intelektual, yang akhirnya para pengrajin diakui oleh negara melalui Kementerian Hukum,” kata Paolus Hadi.
Politisi yang akrab disapa PH itu mengatakan dirinya sangat mendukung langkah perlindungan kekayaan intelektual karena masih banyak karya dan hak cipta masyarakat yang belum mendapatkan pengakuan resmi.
“Kita banyak karya-karya, banyak hak cipta yang bisa kita buat, tapi kadang-kadang kita lalai membuat pengakuan oleh negara. Padahal aturan mainnya sudah disiapkan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat menjadi upaya penting untuk menggali potensi karya masyarakat lainnya agar dapat didaftarkan sebagai kekayaan intelektual.
Sebagai anggota DPR RI Komisi XIII yang menjadi mitra Kementerian Hukum, Paolus mengaku senang melihat keseriusan pemerintah dalam mendukung perlindungan karya masyarakat di Kalimantan Barat.
“Saya senang sekali akhirnya bisa menemukan mitra kerja yang sangat serius untuk mengurus Kalimantan Barat ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan kelompok masyarakat binaan Yayasan Rumah Belajar Kain Pantang yang dinilai semakin berkembang dan mampu memperkenalkan tenun lokal Sintang ke tingkat nasional.
“Teman-teman kelompok masyarakat yang dibina oleh Ibu Hetty dan yayasan semakin berkembang. Saya lihat di Rumah Betang Ensaid ini luar biasa,” ucapnya.
Paolus berharap Kain Pantang Sintang ke depan semakin besar dan semakin dikenal luas, terlebih salah satu motifnya pernah dikenakan mantan Presiden Joko Widodo saat kegiatan internasional.
“Semoga kain pantang ini menjadi lebih besar ke depan. Hari ini sudah mulai dikenal pihak luar, termasuk terakhir dipakai mantan Presiden Jokowi. Ini luar biasa dan bermartabat,” pungkasnya.





