Jarot: Perlu Langkah konkrit dan Sinergi Merespon Isu Perkawinan Anak

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno foto bersama usai membuka FGD dampak perkawinan anak pada aspek pendidikan, kesehatan dan kemiskinan.

BERITA-AKTUAL.COM – Tingginya angka perkawinan anak dibawah 19 tahun di Sintang yang berada pada posisi kedua tertinggi di Kalimantan Barat jadi perhatian serius Bupati Sintang.

Oleh karena itu, Jarot mengajak semua pihak mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dampak perkawinan anak pada aspek pendidikan, kesehatan dan kemiskinan bersama multistakeholder forum pemerintah daerah bermitra kerja dengan USAID Erat untuk merumuskan langkah konkrit dan bersinergi dalam merespon isu perkawinan anak.

“Tujuannya agar  pemerintah kabupaten dapat melakukan kolaborasi dari sisi program atau kegiatan. Dan juga kebijakan yang nantinya akan berdampak kepada penurunan angka perkawinan anak yang lebih signifikan di kabupaten sintang kedepannya,” harap Bupati Sintang.

Hal itu disampaikan Jarot ketika membuka FGD dampak perkawinan anak pada aspek pendidikan, kesehatan dan kemiskinan bersama multistakeholder forum di Hermes Sky, Hotel My Home Lantai 4, Kamis 6 Oktober 2022.

Ditegaskan Jarot, merespon isu perkawinan anak dibawah umur, sangat diperlukan edukasi dan pendampingan sosial yang intensif untuk memberikan kesadaran kepada orang tua, bahwa menikahkan anak itu banyak dampak negatifnya.

“Harus ada perlindungan bagi anak-anak perempuan di bawah umur dari kemungkinan terjadinya perkawinan anak,” tegas Jarot.

Maka, Kata Jarot, FGD ini memastikan tugas kita bersama agar anak bisa mendapatkan hak-haknya. Hak anak untuk hidup layak, hak memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

“Hal ini juga terkait dengan program Pemerintah Kabupaten Sintang menuju layak anak dimulai dari rumah tangga dulu. Nagaimana memperlakukan anak kita, tidak lagi ada kekerasan dan ketidakadilan terhadap anak,” ujarnnya.

Jarot sangat berharap bahwa FGD yang dilaksanakan dapat menghasilkan rekomendasi yang kuat serta perencanaan program dan kegiatan yang strategis juga sinergis. Output dari kegiatan ini harus benar-benar kita tindaklanjuti dan implementasikan bersama.

“Tentunya apresiasi yang besar saya berikan kepada bapak dan ibu sekalian atas kerja-kerja nyatanya selama ini. Namun perjuangan kita belumlah usai. Maka, marilah kita satukan kekuatan, satukan tujuan dan satukan komitmen kita untuk melindungi anak Indonesia di manapun mereka berada,” pungkas Jarot.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.